Keberhasilan Cangkok Hati setelah Pasien Gunakan Jantung Buatan
Sciencedaily/Dhk/L-2
04/7/2015 00:00
()
SEORANG perempuan bertubuh mungil berusia 44 tahun berhasil melalui operasi cangkok hati di Ronald Reagan UCLA Medical Center baru-baru ini. Itu semua berkat eksperimen hati buatan yang dirancang untuk pasien bertubuh relatif lebih kecil dari ukuran tubuh normal.
Pasien tersebut merupakan orang pertama di California yang menerima hati buatan yang berukuran lebih kecil. Perangkat hati buatan dengan volume 50 cc tentunya lebih kecil daripada ukuran normal hati buatan pada umumnya yang bervolume 70 cc. Hati dengan volume 50 cc memang khusus didesain untuk pasien yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil, terutama pasien perempuan, yang mengidap gagal jantung biventricular, di saat kedua sisi hati tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Alat tersebut akan memberi dukungan mekanis hingga ditemukannya seorang donor transplantasi jantung.
Nehman Kahala, seorang istri dan ibu lima anak, dikirim ke UCLA dari Kaisar Permanent Los Angles Medical Center pada Maret lalu. Kahala menderita penyakit jantung dan berada dalam kondisi yang kritis. Penyakit gagal jantungnya sudah semakin parah hingga operasi penyembuhan dan sejumlah tindakan penyembuhan pun tidak dapat membantunya.
Kahala ditempatkan dalam sebuah perangkat medis untuk mempertahankan hidupnya, tetapi perangkat itu hanya bekerja selama 10 hari sebelum kemudian kondisi organ jantungnya pun memburuk. Para dokter berpacu dengan waktu untuk mengganti jantung Kahala yang rusak dengan jantung buatan sementara. Namun, rongga dada Kahala terlalu kecil. Saat melihat kondisi tersebut, para dokter pun memutuskan untuk bereksperimen dengan menanamkan perangkat jantung buatan bervolume 50 cc.
"Kondisi Kahala memburuk sehingga dikhawatirkan dia tidak akan dapat bertahan dalam penantian melakukan operasi transplantasi," kata ahli bedah Dr Abbas Ardehali yang menjabat sebagai direktur bedah jantung di UCLA Heart and Lung Transplant Program. Jantung buatan itu membuat aliran darah lancar sehingga organ-organ sembuh lebih cepat dan pasien pun lebih siap melakukan operasi transplantasi.
Dua jam setelah bedah penanaman jantung buatan, Kahala diinapkan dalam ruangan ICU dan mulai mengikuti terapi fisik agar siap menghadapi operasi transplantai.
Dua minggu setelah melakukan bedah jantung buatan, dia dinyatakan siap dan dimasukkan ke daftar tunggu calon pasien transplantasi jantung. Setelah menunggu satu minggu, Kahala mendapatkan donor jantung.