IBADAH puasa Ramadan merupakan sebuah keistimewaan dan kemudahan yang diberikan Allah kepada kita. Bagaimana tidak? 'Hanya' dengan berpuasa dosa-dosa kita akan diampuni. Syaratnya puasa dilakukan dengan ikhlas.
"Kita berpuasa karena menaati Allah. Bukan sekadar ikut-ikutan, apalagi terpaksa," ujar Uztaz Beta Sagita saat memberikan tausiah jelang salat tarawih pada 300 peserta Jambore Anak Yatim Nusantara & Orphanship di atas kapal perang TNI-AL KRI Banda Aceh 593 di Jakarta, Rabu (1/7).
Ia lalu mengutip sebuah hadis riwayat Bukhari, "Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya), akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya."Dari hadis itu, lanjut Uztaz Beta, seharusnya kita mengukur diri atas banyaknya dosa yang telah kita lakukan dan memantapkan hati untuk berpuasa secara benar.
"Benarnya puasa seseorang itu jika didasari atas iman dan puasa tersebut dilakukan ikhlas karena Allah, mengharap pahala-Nya semata, mengagungkan syariat-Nya. Bukan melakukannya untuk pamer, mencari pujian, atau hanya mengikuti kebiasaan orang sekitar," terang ustaz dari Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesi Bogor itu.
Menurutnya, seseorang yang mendasarkan puasanya pada landasan iman, mengharap pahala dan rida Allah, tentu hatinya semakin tenang, lapang, dan bahagia. Dia pun akan bersyukur atas nikmat puasa Ramadan yang didapati tahun ini. "Hatinya tentu tidak merasa berat dan susah ketika menjalani puasa.
"Terkait dengan janji pengampunan dosa yang disebutkan dalam hadis tersebut, terang Ustaz Beta, kita harus bersyukur atas kesempatan menjalani puasa Ramadan. "Manusia merupakan makhluk yang kerap melakukan kesalahan baik karena sengaja maupun karena lupa atau khilaf. Karenanya, puasa kita seharusnya bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menahan hawa nafsu dan perbuatan tercela serta menebar kebaikan agar dosa-dosa kita diampuni."
Bentuk ketakwaan Lebih lanjut Ustaz Beta mengutip Alquran Surah Al Baqarah ayat 183. Pada ayat tersebut Allah berfirman, "Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.""Jadi, puasa itu merupakan bentuk ketakwaan. Sayang pada kenyataanya, banyak orang berpuasa, tapi mereka tidak tergolong bertakwa. Mereka memang tidak makan dan minum, tapi mereka juga tetap menyakiti, menzalimi orang lain," ujarnya.
Padahal, lanjut Ustaz Beta, puasa Ramadan yang dijalankan dengan benar akan mengantar kita mencapai surga-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah, "Barang siapa bersungguh-sungguh menjalankan dan mengamalkan syariat ini maka bagi dia kami akan berikan petunjuk hidayah sehingga bisa mengarungi jalan-jalan kami, jalan-jalan menuju surga.""Karenanya, mari jalani puasa dengan ikhlas, dengan berharap pahala Allah semata," pungkasnya. (H-3)