Membara Membantu Lingkungan

Fario Untung Tanu
18/6/2016 04:51
Membara Membantu Lingkungan
(MI/SUMARYANTO)

SETIAP manusia yang dilahirkan ialah makhluk sosial.

Namun, tidak semua manusia itu memiliki sikap empati untuk membantu sesama lingkungannya secara sukarela.

Akan tetapi, semua itu tidaklah berlaku untuk seorang Untung Noor. Meski umurnya yang sudah tidak muda lagi, Untung masih sigap membantu masyarakat saat terjadi musibah kebakaran.

Tanpa mengenal waktu dan tempat, di saat warga membutuhkan bantuannya, secara ikhlas Untung beserta anak-anaknya akan membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

Namun, siapa disangka, pada 1989 Untung hanyalah seorang tukang ojek biasa.

Panggilan hatinya mulai tergerak ketika saat ia melihat kebakaran yang melalap sebuah diler motor di Kota Banjarmasin dan tidak ada petugas yang memadamkan.

Sebagai tukang ojek, kewajibannya ialah mengantar penumpang sampai tujuan.

Karena itu, ia pun pergi meninggalkan kebakaran tanpa bisa melakukan apa-apa.

Musibah kebakaran yang terjadi di depan kedua matanya pun itu begitu membekas pada benak lelaki yang akrab disapa Kai Untung itu.

Setelahnya, ia pun bergabung sebagai relawan barisan pemadam kebakaran di Banjarmasin.

Tak sekadar bergabung, Untung pun menyisihkan penghasilannya dari berjualan rokok dan bensin eceran di pinggir jalan untuk membeli mobil tua yang akan Ia jadikan sebagai mobil pemadam kebakaran.

Butuh lima tahun untuk Kai mewujudkan impiannya membeli mobil.

Itu akhirnya terwujud.

"Saya pelan-pelan mengumpulkan uang dari hasil jualan rokok dan bensin. Selama mengumpulkan uang itu, saya juga tidak menabung di bank karena tidak mengerti. Jadi, saya minta istri yang simpan sampai pada akhirnya bisa membeli mobil," kenang Untung.

Komunitas

Kai Untung menceritakan perjuangannya bersama komunitas Pemadam Musibah Kebakaran (PMK) Penjelajah yang didirikannya 2004.

Awalnya, Ia memulai komunitas ini dari kompleks tempatnya tinggal. Bermodal mobil tua yang dijadikan mobil pemadam ini, ia dengan sukarela membantu orang-orang yang terkena musibah kebakaran.

Setelah memiliki mobil pemadam, Untung bersama komunitas relawan pemadam kebakaran telah mendatangi banyak tempat.

Dari kebakaran ke kebakaran, dari bencana ke bencana.

Area kerja mereka pun tak terbatas pada Kota Banjarmasin saja, tapi juga daerah-daerah di sekitarnya.

"Pokoknya kalau dengar ada kebakaran, meski lagi tidur atau lagi sarapan pun, saya akan berangkat," tegasnya.

Sebagai masyarakat biasa, apa yang dilakukan Untung bersama PMK Penjelajah merupakan hal luar biasa.

Dengan mengingat bagaimana kehidupan masyarakat hari ini yang semakin tidak acuh pada lingkungan, militansi Kai beserta kelompoknya patut diacungi jempol.

Apalagi Kai beserta kelompoknya bukanlah abdi negara yang memang berkewajiban mengamankan area kebakaran.

Bantuan dari pihak ketiga menjadi penting dalam banyak hal. Jika melihat ketidakmampuan aparatur negara dalam menyelesaikan berbagai masalah, bantuan dari pihak lain seperti dari PMK Penjelajah atau kelompok lain tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Sayangnya, negara masih saja memandang kelompok-kelompok itu dengan pandangan sebelah mata.

Meski tidak mengharap imbalan, kelompok Kai Untung tentu memerlukan bantuan untuk menjalankan operasional komunitas.

Apalagi, mereka tidak hanya memiliki mobil pemadam, tapi juga ambulans yang memerlukan perawatan agar bisa dimaksimalkan dalam setiap musibah.

(M-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya