Urunan demi Mobil Operasional

Rio/M-5
18/6/2016 04:01
Urunan demi Mobil Operasional
(MI/SUMARYANTO)

SEKILAS tidak ada yang istimewa jika melihat kehidupan pria paruh baya ini.

Dia ialah Aos Supardi yang kesehariannya bekerja di empang miliknya sendiri.

Di balik kesederhanaannya, pria berusia 69 tahun itu juga menjabat Ketua Rukun Warga (RW) 05 di Desa Cipakat, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Berawal dari obrolan sesama masyarakat desa, Supardi memiliki rencana memiliki mobil yang bisa bermanfaat bagi masyarakat desa.

Setelah itu, Supardi bersama warga desa pun bersepakat untuk mengadakan program sumbangan gerakan seribu setiap hari (kanburi).

Kegiatan ini sebetulnya merupakan kegiatan lanjutan dari yang sebelumnya, yaitu melelang tanah kepada warga agar dapat memiliki tanah makam sendiri.

"Awalnya memang ada yang setuju dan tidak setuju. Namun, karena yang setuju mencapai 90%, kita putuskan kanburi untuk mulai dilaksanakan," ucap Supardi.

Tidak terasa, kanburi sudah berjalan selama tiga tahun. Uang dari hasil sumbangan Rp1.000 setiap hari itu sudah terkumpul sebanyak Rp45 juta.

Akhirnya tercapailah cita-cita Supardi untuk membeli sebuah mobil yang dapat dimanfaatkan bagi warga desanya.

"Pengumpulannya itu setiap keluarga seribu rupiah sehari. Di desa saya itu ada 70 kepala keluarga. Jadi, sehari itu bisa terkumpul Rp70 ribu dan alhamdulillah selama tiga tahun uangnya sudah cukup untuk beli mobil seharga Rp45 juta," jelas Supardi.

Setelah mereka memiliki mobil operasional, banyak hal yang berguna bagi masyarakat dilakukan.

Mobil mengantar warga yang sakit, mengantar jenazah ke permakaman warga, hingga bisa digunakan warga untuk mengantar pasangan calon pengantin ke tempat pernikahannya.

Semua itu dapat terealisasi akibat kemauan keras Supardi dan tentunya dukungan dari warga desa.

"Mungkin keluarga saya yang beberapa kali sering menggunakan mobil tersebut. Seperti beberapa waktu lalu keluarga saya pernah terkena musibah seperti mertua saya sedang sakit stroke. Jadi, saya menggunakan mobil operasional itu seminggu dua kali," ungkap warga desa Anton Sujana.

Kelak, Supardi juga berharap agar masih bisa melakukan sesuatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Supardi juga berkeinginan agar di masa depannya ada generasi muda yang mau menjadi penerus dirinya dan mampu berbuat sesuatu yang positif.

"Ya semoga ke depannya ada generasi muda penerus yang mau melanjutkan kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk masyarakat sekitar tanpa memikirkan pamrihnya," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya