Makna Islam berasal dari kata aslama yang artinya keselamatan atau berserah diri dan kita bersedia diatur oleh ketetapan Tuhan. Maka yang dimaksud muslim adalah orang yang bersedia diatur dengan ayat Allah, bukan yang memunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) Islam. Sedangkan melakukan kerusakan dan bunuh diri dengan alasan apapun sangat bertentangan dengan ayat-ayat Allah, karena di beberapa ayat Quran sesungguhnya Allah tidak suka dengan kekerasan dan peperangan.
Hal tersebut dipaparkan KH Muhammad Nurhadi yang akrab disapa Cak Nur di Jakarta ,belum lama ini, terkait maraknya aksi kekerasan yang terjadi sesama saudara muslim khususnya di kawasan Timur Tengah. Cak Nur yang mengisi program Nation On Track Ramadan di Metro TV ini berkesimpulan aksi kekerasan yang dilakukan kelompok ISIS yang mengobarkan perang di wilayah Timur Tengah bukanlah Islam menurut Allah tetapi islam menurut versi kelompok.
"Sampai kapanpun hal seperti ini ada dan tugas kita nemberikan penjelasan dengan hikmah dan lemah lembut sebelum menghindari terjadinya peperangan,"tegasnya. Cak Nur yang aktif memberi pengajian di komplek keluarga besar Presiden Jokowi di Solo,Jawa Tengah ini menegaskan melakukan kerusakan dan bunuh diri dengan alasan apapun sangat bertentangan dengan ayat-ayat Allah, karena di beberapa ayat Quran sesungguhnya Allah tidak suka dengan kekerasan dan peperangan.
Lebih lanjut Cak Nur,pengasuh program dakwah di sejumlah stasiun televisi berpendapat ada empat kategori tentang Islam yaitu Islam Budaya Timur Tengah, Islam Keturunan,Islam KTP, dan Islam yang diridoi Tuhan. Dalam konteks ini ,ia menegaskan yang utama dan terutama adalah Islam yg diridoi Allah, bukan Islam yang diridoi orang Arab,bukan Islam yang diridoi oknum berstatus kyai atau ustadz.
"Islam yang manakah yang diridoi Allah,menurut saya yaitu Islam yang Kaffah yang tidak mengikuti langkah syetan seperti tercantum pada Quran Surat Albaqarah ayat 208,"ujarnya. Lalu jenis Islam yang manakah mereka ini? Ia berpendapat adalah Islam yang rahmatan lil alamin seperti tercantum pada surat 21 ayat 107, yang merahmati dan yang menciptakan kedamaian dunia.
"Jadi perang itu hanya boleh dilakukan ketika sedang diperangi dan diusir dari kampung halaman,itulah yang diperintahkan dalam Alquran,"pungkasnya. Cak Nur yang sudah melanglang buana berdakwah ke Eropa dan bersilaturahmi ke Vatikan Italia itu,menambahkan dalam menyambut nuzulul quran bahwa nabi diajarkan Allah untuk mengelola negara dengan damai,rukun adil untuk sebuah kelangsungan hidup warga negaranya. Manakala negara mampu menjamin kelangsungan hidup warga negaranya maka negeri itu disebut berjalan dengan hukum Tuhan.