Kiat Berpuasa bagi Diabetesi

Mut/H-3
03/7/2015 00:00
Kiat Berpuasa bagi Diabetesi
(MI/RAMDANI)
ISLAM membolehkan mereka yang sakit untuk tidak berpuasa. Namun, ada kalanya mereka yang sakit tidak ingin melewatkan ibadah mulia tersebut. Termasuk para penyandang diabetes alias diabetesi.

Menurut dokter Oktavianus Gilbert Talimpong, sejatinya para diabetesi bisa menjalan-kan puasa asalkan kadar gulanya terkontrol, yaitu berkisar 70-110 mg/dl.

"Jika gula darahnya tinggi, diabetesi tidak boleh berpuasa karena berisiko mengalami komplikasi. Pun demikian dengan diabetisi yang sehari-harinya memakai insulin dua kali sehari atau lebih, mereka juga tidak boleh berpuasa," ujarnya saat memberikan penyuluhan bertajuk Diabetes dan Puasa Ramadan di Puskesmas Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (27/6).

Penyuluhan itu dilakukan oleh para dokter muda dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta kepada para diabetesi.

Saat puasa, lanjut Gilbert, kebutuhan kalori diabetesi sama dengan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pola makan harus diperhatikan. Ia menganjurkan kebutuhan kalori diabetesi dipenuhi saat sahur (40%), buka puasa (50%), dan sesudah tarawih (10%). "Sahur dengan makanan utama porsinya, buka puasa dengan camilan atau buah, setelah salat magrib menyantap makanan utama, dan sekitar jam sembilan malam makan camilan.

"Konsumsi obat, lanjut Gilbert, tidak boleh dilewatkan. Jadwalnya disesuaikan dengan waktu berbuka dan sahur. Misalnya, untuk pengonsumsi obat sulfonilurea sekali sehari bisa meminumnya saat berbuka. Jika jadwalnya dua kali sehari, obat diminum saat sahur dan puasa.

"Yang terpenting, setelah obat diminum harus langsung makan. Karena obat itu bekerja menggantikan hormon insulin yang bertugas memasukkan gula dari makanan ke sel-sel tubuh," jelasnya.

Gilbert juga mengimbau kepada para diabetesi agar waspada terhadap gejala hipoglikemia atau menurunnya gula darah secara drastis. Gejalanya antara lain sakit kepala, gemetar, keringatan, lelah, lemas, dan lapar.

"Jika mengalami, segera batalkan puasa. Makan atau minum yang manis. Bisa dengan makan permen atau gula pasir agar cepat dicerna. Sampai gejala hilang, jangan minum obat dulu," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya