Keutamaan Orang-Orang yang Berhijrah

Quraish Shihab
03/7/2015 00:00
Keutamaan Orang-Orang yang Berhijrah
(MI/Seno)
TAFSIR Al-Mishbah kali ini membahas Surah Al-Hajj ayat 52 sampai 63 yang secara garis besar menjelaskan tentang keutamaan orang-orang yang berhijrah dan balasannya, nikmat Allah pada manusia, dan pentingnya memikirkan bukti kekuasaan Allah SWT.

Ayat 52 menjelaskan bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad, yang memiliki keinginan sama seperti Nabi Muhammad menyebarkan ayat-ayat Alquran.

Ayat 53 dan 54 menjelaskan bahwa Allah menjadikan godaan-godaan yang ditimbulkan oleh setan sebagai cobaan bagi orang-orang yang zalim. Dan, Allah menjadikan orang-orang beriman yakin bahwa Alquran itu benar berasal dari Allah SWT.

Ayat 55 menyebutkan, "Dan, orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Alquran) hingga saat (kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari kiamat yang datang kepada mereka.

"Ayat tersebut mengandung makna bahwa orang-orang kafir akan merasa ragu atas apa yang ada di dalam Alquran, dan sesungguhnya akan datang kepada mereka azab di hari kematian atau di hari kiamat nanti.

Ayat 56 dan 57 menyebutkan kekuasaan tertinggi pada hari kiamat hanyalah milik Allah SWT. Orang-orang yang senantiasa melakukan kebajikan akan merasakan surga, sebaliknya orang-orrang kafir akan merasakan azab Allah SWT.

Ayat 58 sampai 59 menjelaskan tentang seseorang yang beriman di jalan Allah, lalu terbunuh atau mati, maka Allah akan memberikan surga kepada mereka. Allah akan memasukkan orang tersebut ke surga yang mereka inginkan.

Pada ayat 60 dijelaskan, "Demikianlah, dan barang siapa membalas seimbang dengan (kezaliman) penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia zalimi (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun. "Maksudnya ialah meski seseorang pernah berbuat zalim, sesungguhnya Allah akan menolongnya karena Allah Maha Pemaaf dan Pengampun.

Lalu pada ayat 61 disebutkan, "Demikianlah karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat."

Ayat 62 menyebutkan, "Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan, apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.

"Makna yang terkandung pada ayat 61 sampai 62 ialah Allah berkuasa atas siang dan malam. Karena Allah yang berhak, dan siapa saja yang menyembah selain Allah, sungguh dia termasuk orang yang batil.

Yang terakhir, di ayat 63 Allah berkata kepada manusia untuk memperhatikan bahwa Allah telah menurunkan air hujan agar bumi tetap hijau. "Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahakuasa, Maha Mengetahui. (*/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya