Alarm

Soleh Solihun
03/7/2015 00:00
Alarm
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
BANGUN pagi buta untuk makan sahur adalah salah satu tantangan. Ujian di kala puasa itu bukan cuma saat puasanya, melainkan juga dimulai sejak bangun pagi. Bukan apa-apa, bangun pagi di saat azan subuh saja sudah berat, apalagi ini bangun sebelum azan subuh.

Biasanya, ada satu orang yang bertanggung jawab dalam menyiapkan makanan sahur. Biasanya ibu rumah tangga atau pembantu rumah tangga. Makanya, kita harus memberi tepuk di pundak atau tepuk ta-ngan buat para ibu, atau para pembantu yang bangun beberapa jam sebelum penghuni rumah bangun, demi memasak dan menyiapkan makanan sahur.

Itu sebabnya, kita tak seharusnya protes soal menu makanan sahur yang disajikan ibu atau siapa pun yang bertanggung jawab di rumah.

Saya selalu penasaran bagaimana para ibu atau pembantu memasang alarm untuk bangun. Soalnya, sering kali kita terbangun mendengar alarm hanya untuk mematikan alarm kemudian tidur lagi.

Alarm tidak hanya di dalam rumah, tapi juga di luar rumah. Ada dua sumber utama alarm sahur di luar rumah. Satu, pengeras suara dari masjid yang membangunkan warga dengan cara halus, dengan mengaji di jam tigaan pagi. Setelah mengaji, biasanya akan mulai mengingatkan dengan kalimat standar pengingat waktu imsak sudah dekat.

Tipe humoris biasanya tak hanya mengingatkan untuk bangun dengan kalimat standar macam, "Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, ayo sahuuur." Tapi ada juga dengan kalimat iseng macam, "Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, ayo cepet pake baju, jangan lupa mandi. Udah mau imsak.

"Sumber kedua ialah warga yang berkeliling kompleks. Biasanya ini dominan remaja tanggung. Mereka ini yang paling bersemangat membangunkan warga. Mungkin karena menyenangkan, bergerombol, jalan-jalan di kompleks dan boleh berteriak di pagi buta. Mereka ini biasanya mengambil konsep tujuan utama 'alarm mengejutkan'.

Yang paling berkesan buat saya dari semua alarm warga yang pernah saya dengar ialah waktu saya masih ngekos di daerah Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan. Pasukan alarmnya sangat bertenaga sekali. Kornya bertenaga. "Banguuuunn! Sahuuur, sahuuurr!" mengalahkan tata suara di dalam bioskop tercanggih.

Bukan hanya bermodalkan suara, melainkan juga segala bunyi-bunyian yang entah berasal dari apa saja yang mereka pukul. Itu yang terdengar di telinga saya yang masih tertidur lelap di kamar kos.

Sepertinya, kalaupun ada setan-setan yang berhasil melepaskan diri dari penjara di bulan puasa pun, bakal balik lagi begitu mendengar alarm yang mengejutkan itu. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya