Angkutan Lebaran Diperpanjang 26 Hari

Irwan Saputra
03/7/2015 00:00
Angkutan Lebaran Diperpanjang 26 Hari
(Sumber: Kementerian Perhubungan/L-1/Grafis: Ebet)

MENYAMBUT ritual mudik Lebaran dan mengantisipasi lonjakan pemudik, Kementerian Perhubungan memperpanjang masa operasi angkutan Lebaran 2015, yakni selama 26 hari, mulai H-15 (2 Juli 2015) sampai dengan H+9 (27 Juli 2015).

"Jika sebelumnya masa operasi angkutan Lebaran H-7 sampai H+7, untuk mudik tahun ini kita putuskan H-15 hingga H+9 Lebaran," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan dalam apel siaga dan pembukaan pos koordinasi (posko) Lebaran 2015 di Jakarta, kemarin.

Selain memperpanjang masa operasi angkutan Lebaran, Menhub memerintahkan seluruh petugas tidak hanya memantau dari posko di kantor, tetapi harus juga turun ke lapangan untuk memantau dan mengawasi secara langsung.

Seiring dengan mulai beroperasinya posko angkutan Lebaran 2015, Menhub berharap seluruh petugas bisa mulai menjalankan tugas untuk peningkatan pengawasan aspek keamanan dan keselamatan bagi para pemudik.

Untuk memaksimalkan pengawasan dan pengamanan mudik Lebaran, posko itu juga melibatkan berbagai instansi terkait. "Tugas-tugas yang harus kita laksanakan pada angkutan Lebaran ini memang cukup berat. Saya menyadari bahwa di samping beribadah (petugas) harus melaksanakan tugas secara optimal," ujar Jonan.

Dalam mengantisipasi hambatan lalu lintas selama mudik Lebaran, Kemenhub juga memperpanjang larangan bagi angkutan berat melintas di jalur mudik mulai H-5 hingga H+3 Lebaran. Namun, larangan itu tidak berlaku bagi angkutan bahan pangan, ternak, dan BBM.

Jumlah pemudik pada Lebaran kali ini diprediksi meningkat dari mudik tahun lalu. Peningkatan diperkirakan sebanyak 20 juta orang (1,96%) untuk pengguna angkutan umum, 1,6 juta mobil pribadi (5,8%), dan 2 juta sepeda motor (7,77%).

Untuk pengawasan, pemerintah daerah juga telah melakukan inspeksi mendadak kesiapan armada bus.

"Sejauh ini semua armada di Brebes, Jateng, siap melayani pemudik. Memang ada beberpa bus yang kita tahan, tidak beroperasi karena tidak laik jalan," ujar Kepala Dishubkominfo Brebes, Mayang Hersubeno.

Pemudik bermotor

Berdasarkan evaluasi mudik tahun lalu, Menhub lebih memfokuskan pada pengendara sepeda motor. Selama ini korban kecelakaan cenderung lebih banyak dari pengendara motor. "Untuk itu kita siapkan layanan mudik gratis untuk pengendara motor seperti tahun sebelumnya," kata Jonan. Kemenhub menganggarkan dana sebesar Rp36 miliar untuk program mudik gratis itu.

Untuk mengantisipasi pemudik angkutan udara, Dirjen Angkutan Udara Kemenhub Mohammad Alwi meminta maskapai penerbangan mengganti armada dengan pesawat berbadan lebar agar bisa membawa penumpang lebih banyak.

General Manager of PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Trikora Harjo, mengatakan 6 maskapai penerbangan nasional dan 2 maskapai asing sudah mengajukan 283 extra flight dengan kursi sebanyak 51.546 penumpang. (JI/OL/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya