TAFSIR Al-Mishbah kali ini menjelaskan makna dari Surah Al-Hajj ayat 33 sampai 41.
Ayat-ayat ini secara garis besar menjelaskan tentang hewan kurban, orang-orang yang beriman dan dizalimi, serta orang-orang yang suka menolong.
Ayat 33 menjelaskan, "Bagi kamu padanya (hewan hadyu), ada beberapa manfaat, sampai waktu yang ditentukan, kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul 'Atiq (Baitullah)."
Hadyu ialah hewan yang disembelih sebagai pengganti (dam) ketika melaksanakan ibadah haji, atau hewan yang menjadi pengganti denda karena melanggar ketika melaksanakan ibadah haji.
Ayat 33 dan 34 menjelaskan tentang perintah Allah kepada manusia untuk menyembelih hewan kurban. Hewan kurban tersebut sebagai tanda syukur atas rezeki atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT, dan hal tersebut wajib dilakukan bagi orang-orang beriman.
Ciri-ciri orang beriman yang disebutkan pada ayat 35 ialah mereka yang menyebut nama Allah, hati mereka akan tersentuh, orang-orang yang sabar atas cobaan yang diberikan Allah, orang-orang yang menegakkan salat, dan orang-orang yang menginfakkan sebagian rezeki mereka.
Pada ayat 36 dijelaskan secara lengkap cara-cara yang tepat untuk menyembelih hewan kurban. Cara ini dilakukan agar amalan menyembelih hewan kurban tersebut diterima oleh Allah SWT.
Ayat 37 menyebutkan hanyalah ketakwaan orang-orang yang berkurban yang akan diterima Allah sebagai amal ibadahnya, dan Allah menundukkan manusia agar senantiasa mengagungkan Allah.
Pada ayat 38 dan 39 disebutkan bahwa Allah berjanji akan membela orang-orang yang beriman. Sebaliknya, Allah tidak menyukai orang-orang yang kufur dan nikmat. Dan, Allah mengizinkan untuk melawan bagi orang-orang yang dizalimi.
Pada ayat 40 disebutkan ciri-ciri orang yang dizalimi ialah orang-orang yang diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, "Tuhan kami ialah Allah.
"Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masijd, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.
Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
Ayat 41 menjelaskan mengenai ciri-ciri manusia yang mau menolong agamanya. "(Yaitu) orang-orang yang jika Kami berikan kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan.