Unas dan Batan Kerja Sama Kembangkan Iptek

14/6/2016 20:49
Unas dan Batan Kerja Sama Kembangkan Iptek
(Istimewa)

TENAGA nuklir merupakan salah satu energi serta bahan bakar yang bisa dipakai oleh manusia. Pemanfaatan tenaga nuklir dapat masuk di berbagai aspek kehidupan. Saat ini, pemanfaatan nuklir tidak hanya difokuskan pada bidang kelistrikan, melainkan juga dapat dimanfaatkan di bidang pertanian, biologi, kesehatan, dan teknik.

Memprakarsai hal itu, Universitas Nasional (Unas) bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan pada Selasa (14/6) di Unas. Kerja sama dihadiri oleh Kepala Batan Prof Dr Djarot S Wisnubroto, Rektor Unas Dr El Amry Bermawi Putera MA, Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Dr Ramlan Siregar, Wakil Rektor Bidang Akademik Unas Prof Dr Iskandar Fitri ST MT, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja sama Unas Prof Ernawati Sinaga MS Apt, dan Dekan Fakultas Teknik dan Sains Unas Basori, ST MT.

Rektor Unas menyambut baik kerja sama dengan Batan tersebut yang menurutnya merupakan sinergi yang sangat strategis dan saling menguntungkan. Terlebih lagi karena Unas memiliki program studi yang terkait pemanfaatan nuklir.

"Kami berharap akan dapat manfaat ilmu dan teknologi langsung dari Batan dan Unas pun juga dapat memberikan sesuatu ke Batan untuk mendukung dan mempermudah kegiatan Batan dalam melakukan sosialisasi nuklir ke masyarakat. Nuklir bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan karena memiliki banyak manfaat, baik di dunia kesehatan maupun di bidang pertanian," ungkap El Amry.

Kepala Batan menyampaikan bahwa pihaknya harus selalu menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. "Batan itu lembaga pemerintah, harus selalu bekerja sama dengan perguruan tinggi karena bisa saling membantu dari sisi sumber daya, sosialisasi, serta kegiatannya," ujar Djarot.

Hubungan baik yang dimiliki Kepala Batan dengan Unas, lanjutnya, memudahkan kerja sama yang akan dilaksanakan kedua belah pihak. "Secara pribadi saya punya ikatan panjang dengan Unas sehingga ini bagian dari kita untuk melakukan sosialisasi sumber daya. Kita juga ingin bekerja sama dengan Unas untuk memajukan teknologi nuklir Indonesia," ungkap Djarot yang juga mantan Dekan FTS Unas.

Sedangkan, menurut Wakil Rektor Bidang Akademik Unas Iskandar, potensi nuklir Indonesia di bidang kelistrikan masih menemui jalan buntu dan belum optimal dimanfaatkan ke bidang lain.

"Seperti bidang pertanian, biologi, kesehatan, dan teknik, Unas memiliki semua program studi tersebut. Dengan bidang itu bisa melatarbelakangi konkretnya nuklir sebagai instrumen Indonesia. Batan sendiri butuh SDM melalui kerja sama dengan Unas, sedangkan Unas memerlukan laboratorium yang bisa dipakai oleh mahasiswa. Sehingga kerja sama yang terjalin dapat saling menguntungkan," ujarnya.

Bentuk kerja sama konkret yang akan dilakukan dalam waktu dekat ialah membuat Seminar Nasional tentang pemanfaatan energi nuklir. Selain itu, akan ada workshop yang melibatkan Dekan-Dekan Fakultas di Unas untuk memetakan kekuatan dan kebutuhan serta peluang kerja sama antara kedua belah pihak. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya