Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Pemantau Siaran Ramadan tengah mencermati berbagai tayangan di Media Televisi (TV) nasional yang berlangsung sebelum dan sesudah berbuka serta sebelum dan sesudah sahur. Dalam 10 hari pertama, Tim Pemantau Siaran Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai secara umum bahwa tayangan TV selama Radaman terjadi peningkatan kualitas penyiaran terutama yang berkaitan dengan siar dakwah Islam.
Hasil pemantauan di 10 hari pertama akan dipublikasikan setelah 15 hari di bulan Ramadan. Sementara 20 hari selanjutnya akan disampaikan setelah hari raya Idul Fitri. Bersama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Kementerian Agama (Kemenag), pemantauan terhadap berbagai siaran pun akan terus dilakukan.
Adapun TV yang dipantau ialah RCTI, SCTV, Net TV, Meteo TV, TVOne, MNC TV, I-News TV, Kompas TV, Trans TV, Trans 7, Global TV, ANTV, RTV, dan TVRI.
Dengan adanya peningkatan kualitas tayangan MUI pun menyampaikan apresiasi kepada stasiun TV dan radio yang telah mempersiapkan berbagai siaran Ramadan yang sejalan dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Namun MUI pun tetap mengimbau agar media massa untuk tidak menyiarkan berbagai tayangan bersifat pornografi, pornoaksi, bermuatan ramalan, kekerasan, lawakan berlebihan serta cara berpakaian yang tidak sesuai dengan akhlaqul karimah.
"Sedang mengusulkan adanya penasehat syariah, karena saya anggap ini perlu agar sebelum ditayangkan sudah dapat konfirmasi terlebih dahulu sehingga mengetahui dampak yang akan diberikan," ungkap Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin, Jakarta Pusat, Selasa (14/6).
Pernyataan tersebut ia ungkapkan atas banyaknya aduan dari masyarakat terkait siaran di TVRI dalam program Jelang Sahur dengan tema Ramadan Syahrut pada Sabtu (11/6). Masyarakat menilai busana yang dikenakan oleh pembawa acara memuat simbol agama Nasrani dan dianggap melecehkan.
Atas insiden ini, MUI dan KPI pun telah menegur pihak TVRI dan memintanya untuk meminta maaf kepada umat Islam. Direktur Program dan Berita TVRI Markus RAP menerangkan bahwa insiden tersebut merupakan ketidaksengajaan.
"Kami memohon maaf sebesarnya kepada publik atas insiden ini," ujarnya pada kesempatan yang sama," jelasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved