Eduardo Saverin, Bertemu di Amerika Menikah di Prancis
Retno Hemawati
01/7/2015 00:00
(FACEBOOK)
SETELAH bertunangan pada Maret 2014 di The Mulia Resort & Villa, Bali, salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin, 33, resmi menikahi perempuan asal Indonesia keturunan Tiongkok, Elaine Andrienjanssen, 31. Pesta pernikahan mereka berlangsung pada Kamis (25/6) di kawasan wisata French Riviera, Prancis.
Teman-teman keduanya seperti dilansir Forbes, Senin (29/6), telah diminta mengosongkan waktu 25-28 Juni untuk turut merayakan pernikahan mereka. Salah seorang undangan bersaksi dan mengatakan, "Kami diminta ke Bandara Nice pada 25 Juni lalu. Sisanya rahasia."
Mereka sangat memanjakan para tamu dengan menyediakan mobil klasik keesokan harinya untuk berjalan-jalan keliling Monako lengkap dengan pemandu wisata.
Keduanya bertemu saat kuliah di Massachussetts, Amerika Serikat. Setelah kelulusan dan berpisah lama, akhirnya mereka bertemu kembali di Singapura. Elaine dan keluarganya memang telah lama menetap di 'Negeri Singa'. Dirinya bekerja di perusahaan Franklin Templeton Investments sejak 2006 dan kini menjabat quantitative research analyst. Sebelumnya, Elaine menghabiskan waktu lima tahun untuk kuliah di Universitas Tufts.
Salah seorang kawan dekat keduanya mengatakan Elaine merupakan perempuan yang sangat rendah hati. "Elaine perempuan yang cantik, rendah hati, dan berpendidikan. Dia memang sangat fashionable, tapi dia tidak mengenakan busana yang berlebihan. Dia berinteraksi dengan orang lain secara manis dan cerdas. Kami bahkan sering membahas isu-isu serius tentang ekonomi dan bisnis," ungkapnya.
Terkaya Nama Eduardo Saverin memang kalah masyhur jika dibandingkan dengan Mark Zuckerberg yang paling dikenal sebagai pendiri Facebook. Padahal, ada beberapa nama lain selain Zuckerberg, seperti Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes.
Saverin dan Zuckerberg bertemu di Universitas Harvard dan sepakat mendirikan Facebook. Latar belakang Saverin yang kaya dengan mudah membuat Zuckerberg memberikan kepercayaan kepadanya. Selebihnya, Saverin yang merupakan presiden organisasi Harvard Investment Association berhasil meyakinkan Zuckerberg bahwa 'perjudian' mereka untuk Facebook akan berhasil.
Sayangnya, hubungan bisnis mereka tidak berjalan baik. Saverin dengan lancang membuka lapak iklan di Facebook tanpa seizin Zuckerberg dan tidak hadir saat ia membutuhkan tanda tangan demi mendapatkan pendanaan. Zuckerberg pun akhirnya memecat Saverin. "Dia seharusnya membantu mendirikan perusahaan, mendapatkan pendanaan, dan membuat model bisnis. Dia gagal semuanya," kata Zuckerberg.
Saverin tidak sepenuhnya bisa dikatakan gagal jika dinilai dari kekayaannya yang tembus hingga US$2,2 miliar. Dengan angka itu, dirinya masuk delapan besar miliarder Amerika yang usianya di bawah 40 tahun. Saverin dikenal dengan kehidupannya yang nyaman. Dirinya tinggal di permukiman paling mewah di Singapura, mengendarai Bentley, dan dikenal sebagai penyuka pesta. (H-3)