Pembangunan Kota Baru Harus Lebih Kondusif

13/6/2016 21:39
Pembangunan Kota Baru Harus Lebih Kondusif
(MI/ATET DWI PRAMADIA)

TREN pengembangan pengembangan wilayah perkotaan harus berorientasi daya saing dengan meningkatkan efisiensi, produktivitas dan nilai tambah. Tentunya tidak lupa upaya pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia, ekonomi wilayah perkotaan berkontribusi sebesar 75 persen terhadap pertumbuhan domestik bruto (PDB) nasional. Karena itu, pembangunan infrastruktur di wilayah perkotaan harus terpadu dengan pengembangan wilayah.

Upaya itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan, penyebaran dan pemerataan pembangunan, dengan sasaran antarkewilayahan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Selain menciptakan pusat pertumbuhan baru, kota baru yang akan dibangun diproyeksikan bakal menjadi ibu kota baru Indonesia. Tentunya itu didasari kondisi sejumlah kota besar, utamanya Ibu Kota Jakarta yang sudah tidak lagi kondusif.

"Jakarta pindah itu sah-sah saja. Cuman membuka lahan memang tidak mudah ya. Tapi kembali lagi, asalkan dilakukan sesuai kaidah yang benar dan diwacanakan dengan baik, itu bisa diwujudkan," ujar Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI) Bernardus Djonoputro dalam suatu forum diskusi di Jakarta, Senin (13/6).

Menurutnya, sembari menanti keputusan final dari pemerintah ihwal keberadaan wilayah Ibu Kota negara di masa mendatang, akan lebih bijak jika fokus pengembangan Jakarta mengutamakan aspek liveable atau kenyamanan. Dalam artian, bukan hanya nyaman bagi penghuni, namun juga masyarakat yang singgah di wilayah metropolitan tersebut.

Dia melihat kecenderungan pembangunan di Jakarta mengarah ke area selatan yang notabene memiliki cakupan serapan air lebih banyak. Padahal, dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW), pemerintah mengarahkan pembangunan ke wilayah Barat dan Timur.

"Sebenarnya kita harus jaga arah pertumbuhannya agar sesuai dengan RTRW. Jangan sampai daya tampungnya tidak kondusif. Harus dirancang agar liveable," pungkasnya.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hermanto Dardak menekankan pembangunan kota baru selain mengedepankan aspek kenyamanan, juga perlu menjaga unsur budaya dengan diperkuat regulasi yang kondusif. Itu tentunya perlu disokong perencaban yang matang.

Hermanto berharap pembangunan kota baru entah dalam skema kawasan ekonomi nasional (KEK) atau masuk dalam wisata baru, tetap harus difasilitasi infrastruktur yang memadai untuk memperlancar konektivitas.

"Bagaimana membangun kota berbasis wilayah. Karena pertumbuhan kota akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jangan sampai kota yang baru dibangun tidak layak huni dan tidak produktif," ujar Hermanto. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya