Jaga Daya tahan Tubuh Hadapi Puasa

Dinny Mutiah
01/7/2015 00:00
Jaga Daya tahan Tubuh Hadapi Puasa
(THINKSTOCK)
TAHUKAH Anda jika puasa mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh? Dikutip dari laman new.usc.edu, puasa dalam waktu panjang memaksa tubuh untuk tidak hanya menggunakan cadangan glukosa, lemak dan keton, tetapi juga merusak sebagian besar sel-sel darah putih.

Direktur USC Longevity Institute Valter Longo, salah satu peneliti, mengibaratkan proses tersebut dengan upaya pesawat meringankan muatannya. Setiap siklus puasa, penurunan jumlah sel darah putih itu memicu sel punca untuk meregenerasi sistem kekebalan tubuh yang baru. Secara khusus, puasa mengurangi produksi enzim PKA yang berkaitan dengan efek memperpanjang umur sel. Puasa juga menurunkan hormon pertumbuhan IGF-1 yang berfungsi dalam proses penuaan, perkembangan tumor dan risiko kanker.

Meski begitu, kondisi lemas, lesu dan mudah mengantuk seringkali dialami mereka yang berpuasa. Penyebabnya adalah kadar gula yang menurun akibat perubahan jadwal makan. Masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan menjaga asupan makanan dan minuman bergizi sesuai kebutuhan. Tapi, tidak semua orang disiplin menjalankan saran itu sehingga mengakibatkan menurunnya level imun tubuh.

Dalam kondisi yang menurun, tubuh umumnya mengalami kekurangan cairan, mineral, kelelahan fisik maupun mental serta gangguan asupan nutrisi. Hal tersebut menyebabkan kekebalan tubuh terganggu. Tubuh akhirnya mengalami ketidakseimbangan fungsi fisiologis. Indikasinya bisa terlihat dari timbulnya sariawan, sakit tenggorokan, bau mulut, bibir pecah-pecah dan lainnya.

Sariawan
Sebagai salah satu bagian masalah, sariawan tidak bisa dipandang remeh. Sariawan yang dibiarkan akan menyebabkan kesulitan mengunyah, menelan hingga demam. Anda tentu tidak ingin ibadah puasa batal hanya gara-gara sariawan.

Dikutip dari laman webmd.com, salah satu penyebab sariawan ialah infeksi jamur Candida. Infeksi bisa terjadi salah satunya akibat mulut kering. Begitu pula dengan para perokok dan pengguna gigi palsu yang tidak terpasang dengan benar. Karenanya, kecukupan cairan tubuh wajib selalu dijaga kala Anda berpuasa. Anda bisa mengatur konsumsinya dengan memaksimalkan waktu berbuka hingga sahur berakhir.

Jika masalah keburu datang, yang harus dilakukan adalah mengobatinya. Biasanya, dokter memberikan obat yang mengandung bahan antijamur sebagai penangkal. Di pasaran juga tersedia obat bebas untuk menghalau sariawan yang terdiri dari dua jenis, yakni obat kimia dan obat herbal.

Obat kimia yang biasanya diberikan untuk mengatasi sariawan terdiri dari obat analgetik, antiradang, antijamur, antibakteri, serta vitamin. Beberapa orang harus memerhatikan kontraindikasi ketika mengonsumsi obat antiradang mengingat efek sampingnya yang dapat menyebabkan gangguan lambung.

Sedangkan, obat herbal yang banyak digunakan untuk mengatasi sariawan ialah saga manis (Abri folium). Saga manis merupakan tanaman herbal asli Indonesia. Berdasarkan penelitian ilmiah, baik bagian akar maupun daun saga manis mengandung zat bernama glycyrrhizin.

Zat tersebut berfungsi sebagai antiradang yang meredakan peradangan akibat sariawan. Golongan herbal lainnya yang banyak digunakan untuk meredakan sariawan adalah bunga krisan (Crysanthemi flos) dan alang-alang (Imperatae rhizome). Kedua tanaman itu diyakini berkhasiat sebagai antipiretik atau penurun panas serta mengurangi rasa sakit.

Gejala tersebut terutama timbul pada mereka yang mengalami panas dalam.

Tablet herbal
Minat masyarakat untuk menggunakan obat herbalebagai pereda sariawan semakin meningkat. Namun, tak sedikit juga masyarakat yang enggan mengolah tanaman herbal dengan cara konvensional untuk memperoleh khasiatnya.

Hal itu mengundang produsen jamu untuk menciptakan inovasi produk yang berkhasiat dan mampu memberikan kepraktisan bagi para konsumennya. Salah satu perusahaan jamu besar di Indonesia, PT Deltomed Laboratories barubaru ini meluncurkan produk bernama Kuldon Sariawan.

Produk ini berbentuk tablet herbal pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk meredakan sariawan. Sediaan tablet ini memudahkan konsumen mendapatkan manfaat dari tanaman herbal asli Indonesia.

Tanaman herbal yang terkandung dalam Kuldon di antaranya saga manis, bunga krisan dan akar alang. Untuk memberikan hasil yang lebih efektif, formulasi tablet ditambahkan ekstrak Licorice dan ekstrak thyme (Thymi herba) yang dikenal sebagai antiinfl amasi. Thyme juga diketahui berkhasiat sebagai antiseptik yang membantu mengatasi masalah kurangnya kebersihan dalam rongga mulut.

Kombinasi dari seluruh bahan-bahan herbal tersebut diharapkan membantu mengatasi semua penyebab sariawan dengan efek samping yang minimal. Tablet Kuldon dapat dikonsumsi oleh kalangan dewasa dan anak-anak yang berusia diatas 6 tahun. Khusus di bulan puasa, dosisnya bagi orang dewasa adalah masing-masing dua tablet yang diminum saat sahur dan berbuka puasa.

Cara konsumsinya dapat diminum langsung atau dikunyah terlebih dulu sebelum ditelan. (S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya