PERMASALAHAN utang kartu kredit ternyata punya potensi menjadi duri dalam daging dalam urusan percintaan Anda. Survei NerdWallet menunjukkan sebanyak 35% orang dewasa membawa permasalahan utang kartu kreditnya--dalam jumlah besar--ke dalam hubungan romantis mereka.
Kendati perempuan selama ini acap diidentikkan sebagai tukang belanja, dari survei yang diikuti 2.026 orang di Amerika Serikat itu diketahui prialah yang terbukti paling banyak membawa problem uang plastik mereka ke dalam romansa. Dari jumlah sampel tersebut, terdapat lebih dari sepertiga orang dewasa yang menyatakan selalu berbagi dalam hal finansial dengan pasangannya.
Adapun rata-rata utang kartu kredit yang dihitung NerdWallet dari survei itu mencapai US$4.100 per orang. Itu artinya, setiap pasangan dibebani utang sekitar US$8.000 sebelum mereka menikah.
Sementara data dari NerdWallet, pada Juni 2015, rata-rata orang AS memiliki utang kartu kredit rumah tangga sebesar US$7.327 atau sekitar Rp97 juta.
"Besaran utang itu sangat besar, cukup memberi beban pada hubung-an apa pun," ujar General Manager of Credit Cards NerdWallet Kevin Yuann.
Utang kartu kredit juga ternyata menjadi sumber pertikaian untuk beberapa pasangan, meski hanya 25% yang mengatakan hal itu berdampak negatif bagi hubungan mereka.
Secara keseluruhan, survei itu juga memperlihatkan 16% dari responden menyatakan mereka menjadi tidak mampu berkomitmen untuk mencapai tujuan keuangan mereka, seperti membeli rumah atau berlibur.
Utang kartu kredit pun menjadi sumber putusnya hubungan percintaan bagi 5% orang yang menjadi sampel penelitian.
Dari sisi jenjang umur, pasangan yang berusia 18-34 tahun atau yang disebut generasi millenial adalah orang yang paling banyak memiliki utang kartu kredit.
Millennials Researcher di Center for Generational Kinetics Jason Dorsey menuturkan mereka yang di jenjang usia tersebut masih terdampak resesi yang menghantam 'Negeri Paman Sam' beberapa tahun lalu. Demikian pula lapangan kerja yang baru mereka masuki.
Untuk menghindari utang menjadi benih pertenggaran dengan pasangan, Director of Public Education Experian Rod Griffin memberikan masukan kepada setiap pasangan untuk saling jujur mengutarakan kondisi keuangan masing-masing.
Hal itu bertujuan melihat lebih jauh arah hubungan mereka sebelum melompat ke jenjang yang lebih serius. "Saya merekomendasikan setiap pasangan berkencan satu hari untuk sa-ling sharing tentang kondisi keuangan mereka. Semua catatan keuangan harus dilihat kembali," tuturnya.