Jalur Nasional Siap Dilintasi Pemudik

Tesa Oktiana Surbakti
01/7/2015 00:00
Jalur Nasional Siap Dilintasi Pemudik
(Sumber: Tim Riset MI/L-1/Grafis: Caksono)

PEMERINTAH memastikan seluruh jalur nasional segera siap dilintasi untuk arus mudik dan balik Lebaran 2015.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu 2015 di Kementerian Perhubungan, Jakarta, kemarin, mengatakan pihaknya telah memonitor langsung kesiapan di lapangan. Meski kesiapan sudah di atas 60%, Basuki menyebutkan ada sejumlah titik yang tengah diperbaiki.

"Di jalur lintas Sumatra ada beberapa spot yang masih harus diperbaiki. Batas Jambi dan Sumatra Selatan itu dari laporan yang saya terima rusaknya cukup berat. Kemudian di jalur lintas Kalimantan juga masih butuh pembenahan. Termasuk di Jawa ada yang perlu diperhatikan, seperti Cirebon-Brebes yang dulu ambles sudah diperbaiki, tetapi masih rawan longsor," ujar Basuki.

Pemudik Lebaran tahun ini, imbuh dia, boleh bersyukur karena bisa melewati jalan tol Trans-Jawa dari Merak, Banten, sampai Pejagan, Jawa Tengah. Pemudik juga dapat melintasi Tol Pejagan-Pemalang meski baru sepanjang 20 km dan jalan masih berupa kerikil padat karena masih dalam tahap pengerjaan.

Antisipasi pengunaan Tol Pejagan-Pemalang juga terus dimatangkan. Untuk meminimalkan kendala debu, misalnya, akan dilakukan penyemprotan air sekitar setengah jam sekali di jalan darurat tersebut. Rambu lalu lintas juga terus dipasang.

Pada kesempatan itu, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W Husaini mengatakan jalur mudik di Jawa Barat merupakan jalur paling padat sebab tidak memiliki jalur tengah.

Dengan adanya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), beban jalan khususnya di pantura akan sangat berkurang.

Tol Cipali sempat mendapat kritik tajam dari publik karena belum lama beroperasi, sedikitnya telah terjadi 37 kecelakaan dalam kurun 14 Juni-29 Juni 2015. Ada tudingan, jalan bebas hambatan sepanjang 116,75 km itu belum laik beroperasi.

Namun, Menteri Basuki memastikan ruas tol terpanjang di Indonesia itu sudah memenuhi unsur kelayakan. Yang perlu dimaksimalkan lagi ialah sarana dan fasilitas pendukung sesuai rekomendasi dari Korlantas Polri.

"Memang harus ada yang kita tambah fasilitasnya, seperti lampu penerangan di beberapa spot dekat junction harus diperbanyak. Rambu-rambu juga terus ditambah," ujar Basuki.

8 rest area

Basuki menilai, banyaknya kecelakaan di Tol Cipali lebih karena faktor human error seperti kelelahan fisik pengemudi. Untuk itu, pihaknya akan menambah dua rest area di Km 130 dan Km 164.

Sebelumnya, terdapat enam rest area yang sudah lebih dulu disediakan, yakni di Km 86A, Km 86B, Km 101, Km 102, Km 164, dan Km 166. "Pekan ini diharapkan Tol Cipali sudah memiliki delapan rest area berimbang di dua lajur untuk istirahat bagi pengendara.

"Di tempat yang sama, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Putut Eko Bayuseno mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan Tol Cipali. Untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2015, Polri mensiagakan 145.170 personel.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan melarang truk melintas pada H-5 hingga H+3 Lebaran, kecuali truk yang mengangkut bahan kebutuhan pokok, BBM, hewan ternak, pupuk, susu murni, dan barang antaran ekspor. (JI/AS/X-9)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya