Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyoroti maraknya lomba burung saat ini. Dia mengatakan, pihaknya sangat mengikuti perkembangan terkait lomba burung itu.
"Saya terus terang mengikuti," ujarnya ketika menghadiri acara pelepasliaran 40 burung Jalak Putih di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/6).
Namun, sayangnya hingga saat ini, kata Menteri, belum ada regulasi tentang lomba burung itu. Padahal, kini kondisi atau keberadaan burung di Indonesia terancam, seperti burung jalak putih yang saat ini berstatus kritis dan terancam punah.
"Belum, belum. Kita sekarang sedang mengamati terus perkembangannya. Saya minta pak dirjen terus menerus berinteraksi dengan komunitas dan masyarakat," katanya.
Sebab, menurut dia, yang namanya regulasi itu bisa berkembang karena sosiologi di masyarakat.
Siti mengatakan, dirinya tahu bahwa lomba burung-burung berkicau dan lomba-lomba burung lainnya itu bernilai mahal. Oleh karena itu, lanjutnya, dirinya mengajak jajarannya, para ahli, para aktivis burung, yayasan burung, LSM burung untuk mengamati bersama soal ini.
Siti mengatakan, saat ini tindakan pihaknya masih dalam tahap mengkolek. Kendati demikian, Siti mengatakan, pihaknha ingin mengarahkan bahwa lomba itu mensyaratkan burung yang dilombakan harus dari hasil penangkaran. "Kita ingin mengarahkan burung yang dilombakan harus dari penangkaran. Jangan mengambil dari alam. Itu dulu," jelasnya.
Sementara itu, pelepasliaran 40 burung jalak putih (sturnus melanopterus) oleh TSI itu masih dalam rangka Pekan Lingkungan Hidup Internasional. Pelepasliaran dilakukan di lokasi ekshibit jerapah.
Kegiatan tersebut merupakan program hasil kerja sama TSI dengan Kementerian LHK , ZGAP (Zoologische Gesellschaft fur Arten- und Populationsschutz), Kolner Zoo, Yayasan Konservasi Alam Satwa Indonesia (KASI), Burung Indonesia, serta masyarakat sekitar.
Selain menteri, hadir juga pejabat dan staf ahli menteri, Ketua Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), beberapa lembaga konservasi, LSM, serta perwakilan masyarakat sekitar.
Diungkapkan Tony Sumampau, Direktur TSI, pelepasliaran itu bertujuan untuk mengembalikan serta meningkatkan populasi jalak putih di alam.
Jalak putih sendiri merupakan burung endemik Indonesia yaitu di Jawa Bali dan sebagian di Nusa Tenggara Barat. Burung ini termasuk hewan dilindungi sesuai dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta tertuang dalam Undang-Undang No 5/1994.
Saat ini, burung jenis itu dinyatakan berstatus kritis oleh IUCN. Keberadaannya pun semakin terancam oleh hilangnya habitat serta maraknya perburuan liar.
Burung jalak putih yang dilepasliarkan itu merupakan hasil tangkaran TSI. Dari kajian habitat yang telah dilakuan dengan Burung Indoesia dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), TSI telah menjadi tuan rumah bagi kurang dari 70 spesies burung.
Area TSI memiliki kondisi alam yang masih terjaga sehingga sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan tinggal serta pakan setelah dilepasliarkan, SDM yang memadai pun dapat menunjang keamanan dari satwa tersebut.
Sementara itu, selain pengembangbiakkan jalak putih dan kajian habitat, sebelum pelepasliaran telah dilakukan sosialisasi bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor dan TNGP. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat di 5 desa dari 2 kecamatan serta institusi pendidikan yang berada di sekitar TSI.
Tony yang juga merupakan ketua panitia ptogram ini mengatakan, peran masyarakat sekitar sangatlah penting terutama setelah jalak putih dilepasliarkan. "Mereka pun telah berkomitmen untuk ikut serta menjaga satwa ini," kata Tony. (DD/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved