SEKITAR 300 santri dari berbagai daerah, kemarin, berkumpul di dalam masjid di Kompleks Yatim Islamic Boarding School Ahbaabullah Center di Bogor. Ada yang baru saling mengenal pada hari itu, tapi ada juga yang telah berkenalan pada hari sebelumnya.
Mereka sangat semangat memulai pelbagai kegiatan setelah menunaikan ibadah salat zuhur berjemaah. Ada nyanyian, permainan, dan mendeskripsikan gambar untuk selanjutnya didiskusikan. Seorang mentor kemudian bertanya kepada para santri tersebut,
"Siapa yang ingin sukses?" Sontak, mereka ramai-ramai menjawab sambil mengacungkan jari penuh sukacita. Mereka kemudian diberi kertas dan pulpen agar mereka menuliskan impian mereka, seperti profesi yang diinginkan, penghasilan yang ingin dicapai, dan bentuk amalan kebaikan apa yang ingin dilaksanakan tiap-tiap santri di masa yang akan datang.
Beberapa santri usia SD dan SMA itu ada ingin menjadi ustaz, petinju, tentara, dan pengusaha. Mereka bergantian maju untuk membacakan mimpi-mimpi yang telah dituliskan di hadapan teman-temannya, sedangkan santri yang mendengarkan wajib mengamini mimpi tersebut.
Direktur Genius Life Consulting (GLC) Harun Djanisman sekaligus pemandu sesi training jambore dengan materi Born to be a Star, Menjadi Yatim Sukses Dunia Akhirat itu mengatakan, untuk meraih kesuksesan, para santri harus memenuhi syarat-syarat, antara lain mengetahui tujuan hidup, fokus, percaya diri, dan melakukan yang sudah diniatkan.
"Definisi sukses memang bisa apa saja. Namun bila sesuai dengan hadis HR Bukhari bahwa sebaik-baiknya manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain," ujarnya.
Meningkatkan akidah Sehari sebelumnya, Ketua Umum Baznas Didin Khafidhuddin mengatakan berbagai sesi yang disiapkan kegiatan Jambore Anak Yatim Nusantara yang diikuti 300 santri kelas 5 (SD)-12 (SMA) tersebut bertujuan meningkatkan akidah, mentalitas, dan life skill mereka.
"Kita memberi motivasi agar mereka menjadi mandiri. Melihat mereka ini rata-rata relatif inferior, kita harus mendukung bahwa masih ada harapan di hadapan mereka dan itu bisa mereka raih," ujar Didin.
Baznas, lanjut Didin, juga mendatangkan para narasumber yang juga merupakan anak yatim untuk menjadi motivasi dan menguatkan mereka.
"Keinginan kami, sepulang mereka dari jambore ini, mereka memiliki harapan yang besar untuk menjadi seseorang yang sukses dunia akhirat dan menularkannya kepada teman-teman mereka di yayasan masing-masing," tukas Didin. (M-6)