Ciptakan Senyum Anak melalui Operasi Bibir Sumbing Gratis

Puput Mutiara
09/6/2016 21:05
Ciptakan Senyum Anak melalui Operasi Bibir Sumbing Gratis
(MI/DEDE SUSIANTI)

AGAMA mengajarkan seseorang untuk senantiasa ikhlas dalam berbuat baik. Salah satu penanda keikhlasan itu ialah sebuah senyuman yang dipercaya menjadi bagian dari ibadah yang dapat mendorong lebih banyak perbuatan baik.

Kampanye sosial #BerbagiSenyum yang diinisiasi oleh Listerine bekerja sama dengan Smile Train dan Indomaret bertujuan untuk menciptakan senyuman baru bagi anak-anak dengan bibir sumbing melalui pemberian operasi gratis.

Pasalnya, setiap tahun ada sekitar sembilan ribu anak terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Mayoritas orangtua dari mereka merasa putus asa karena keterbatasan ekonomi sehingga tidak mampu membiayai sang anak untuk operasi.

"Semakin banyak orang yang berkontribusi, semakin banyak anak-anak yang nantinya bisa tersenyum lebar," ujar SH Kumaladewi, Professional Marketing Manager PT Johnson & Johnson Indonesia dalam jumpa pers #BerbagiSenyum di Seribu Rasa, Jakarta, Kamis (9/6).

Melalui kampanye itu diharapkan bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berbuat baik terhadap sesama. Apalagi, program tersebut sengaja digagas bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.

Menurutnya, membantu orang lain sesederhana berbagi senyuman. Hasilnya pun ternyata mampu mengubah hidup anak-anak menjadi lebih ceria karena rasa percaya diri yang meningkat berkat senyum lebar nan indah.

"Untuk berpartisipasi dalam kampanye ini juga sangat mudah. Cukup unggah foto senyum lebarmu ke listerine.co.id atau ke media sosial seperti Twitter dan Instagram dengan hastag #BerbagiSenyum dan mention @ListerineID," terang Kumaladewi.

Lebih lanjut, ucapnya, setiap senyum yang diunggah akan diakumulasikan menjadi donasi untuk biaya operasi gratis bibir sumbing. Kendati tidak menyebutkan angka, seluruh dana yang dipakai berasal dari corporate social responsibility (CSR) Listerine.

Wakil Presiden dan Direktur Regional Smile Train Asia Tenggara Ashish Sabharwal sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Pasalnya, program serupa sudah dilakukan sejak 2007 dan telah mengubah kehidupan bagi lebih dari 57.000 anak se-Indonesia.

"Operasi bibir sumbing hanya sekitar 45 menit, tapi dampaknya bisa mengubah keseluruhan hidup mereka beserta keluarga," tandasnya.

Menurut dia, bibir sumbing bukan sekadar masalah kesempurnaan fisik bagi anak-anak. Lebih dari itu bisa menghalangi mereka untuk tersenyum lebih lebar, makan, bernafas, dan berbicara.

Jika tidak dioperasi, lanjutnya, dapat berakibat pada isolasi secara sosial. Bahkan ketika tumbuh dewasa tidak memperoleh pekerjaan yang layak karena dianggap sebagai kaum penyandang disabilitas dan hanya menambah beban.

Merlyn, seorang ibu yang memiliki anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit mengaku sedih dan takut saat anak semata wayangnya terlahir tidak normal. Ia pun sempat tidak menerima kenyataan tersebut.

"Awalnya saya takut anak saya tidak diterima oleh banyak orang. Tapi sekarang setelah dibantu operasi gratis, ketakutan itu hilang saat melihat senyum pertamanya," ungkap dia. (Mut/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya