MEMPELAJARI bahasa kedua menimbulkan efek positif pada otak sekalipun dilakukan pada usia dewasa.
Hasil penelitian University of Edinburgh menunjukkan seseorang yang menguasai dua bahasa atau lebih memiliki kemampuan kognitif lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang hanya menguasai satu bahasa.
Pemimpin penelitian Thomas Bak mengungkapkan, dengan mempelajari bahasa kedua, selain intelektualitas seseorang meningkat, sel otak juga tercegah dari kerusakan.
Mereka yang menguasai bahasa lebih dari satu, lanjut Bak, selalu melatih otak untuk menggunakan kata yang benar saat berbicara dalam bahasa tertentu.
Hal itulah yang merangsang berbagai bagian otak untuk aktif.
Penelitian yang melibatkan 262 partisipan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Annals of Neurology.