KALI ini, Tafsir Al-Mishbah akan membahas kandungan Surat Al-Anbiya ayat 104 sampai 112 yang menjelaskan bukti-bukti kekuasaan Allah SWT dan karunia-Nya kepada manusia yang saleh, serta risalah Nabi Muhammad yang dihadirkan ke bumi sebagai rahmat untuk seluruh alam.
Ayat 104 berbunyi, "(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya."
Ayat 105, "Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (lauh mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh."
Kedua ayat itu menjelaskan bahwanya Allah-lah yang menciptakan bumi beserta isinya ini.
Sebagaimana telah dituliskan dalam kitab Zabur.
Dilanjutkan dengan ayat 106, "Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Alquran) ini benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah)."
Serta ayat 107, "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."
Ayat-ayat itu menegaskan bahwa dalam Alquran terdapat petunjuk dari Allah bagi orang-orang yang menyembah-Nya dan Ia mengutus Nabi Muhammad agar dapat menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Pada ayat 108 diceritakan Nabi Muhammad SAW berkata, "Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu ialah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?"
Lalu dilanjutkan pada ayat 109, "Aku telah menyampaikan kepadamu (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh."
Pada ayat 110 dijelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang manusia ucapkan dan apa yang tidak diucapkan.
"Sungguh Dia (Allah) mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan, dan mengetahui (pula) apa yang kamu rahasiakan."
Pada ayat 111 Rasulullah menjelaskan bahwa kesenangan yang didapat oleh manusia selama hidup di bumi bisa jadi merupakan sebuah cobaan bagi manusia itu sendiri.
Tidak ada satu pun manusia yang dapat mengetahuinya.
"Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan."
Di ayat 112, Nabi Muhammad menyampaikan doanya, "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan."
Ayat tersebut mengungkapkan Nabi Muhammad memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan kepadanya atas apa yang telah ia katakan.
Nabi Muhammad meminta agar Allah memberikan keputusan yang seadil-adilnya atas semua yang telah disampaikannya kepada kaumnya, yakni pesan agar mereka mau berserah diri kepada Allah SWT. (*/H-3)