Cacing Papua Invasi Eropa dan AS

MI
27/6/2015 00:00
Cacing Papua Invasi Eropa dan AS
()
TIM peneliti internasional baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menemukan sejenis cacing asal Papua, yaitu Platydemus manokwari atau cacing pipih papua nugini di Benua Eropa dan Amerika. Penemuan cacing pipih papua itu menimbulkan kekhawatiran bagi ekosistem di daerah yang dihampiri karena spesies itu dinilai sebagai salah satu spesies invasif terburuk di dunia.

Cacing pipih papua berkepala memanjang itu memiliki panjang 50 milimeter dan lebar beberapa milimeter. Keseluruhan badan cacing berkulit hitam, dengan warna putih pucat di bagian perut. Mulut cacing pipih nugini terletak pada perut. Spesies cacing yang terlihat di beberapa taman di Miami, Florida, itu dianggap memiliki potensi sebagai predator cacing tanah dan siput. Cacing pipih itu sebetulnya hidup di dalam tanah, tetapi suatu saat dapat memanjat pohon untuk memangsa siput endemis sebagai makanannya. Pada artikel dalam jurnal ilmiah PeerJ disebutkan, invasi cacing pipih sangat membahayakan bagi siput endemis. Sebelum ditemukan di daratan Amerika bagian utara, cacing pipih papua dilaporkan juga ditemukan di beberapa negara. Di dalam penelitian yang sama disebutkan, Platydemus manokwari telah menginvasi Prancis, Puerto Riko, Singapura, dan negara-negara kepulauan seperti Tahiti dan Kepulauan Salomon.

Jean-Lou Justine, kepala tim peneliti dari Institute of Systematics, Evolution, and Biodiversity di Paris, menjelaskan aktivitas manusia merupakan alasan utama penyebaran spesies invasif. Justine mengatakan cacing pipih nugini biasanya bergerak tidak lebih dari beberapa ratus yard dalam satu tahun. Mereka dapat menyebar dengan cepat berkat perdagangan internasional pada tanaman hidup. Cacing pipih nugini menyebar secara masif melalui tanah dan bagian pada tumbuhan yang diperdagangkan secara internasional. Ketika sampai pada tempat yang sesuai, cacing pipih nugini akan cepat bereproduksi. Media penyebaran cacing tersebut yaitu melalui tanah, pot tanaman, maupun limbah taman.

Dalam penelitian ini para peneliti banyak menggunakan sampel cacing pipih nugini yang ditemukan di Florida. Biasanya cacing pipih nugini ditemukan di wilayah kepualauan yang terisolasi, tetapi Florida bukan termasuk wilayah yang terisolasi. Cepatnya adaptasi Platydemus manokwari yang mempermudah reproduksi menjadi salah satu ancaman, selain sifat invasif dan keberadaannya sebagai predator cacing tanah dan siput endemik. (AFP/Zic/L-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya