TAFSIR Al-Mishbah kali ini membahas Surah Al-Anbiya dari ayat 72 hingga ayat 82. Sepuluh ayat itu secara garis besar menjelaskan kisah Nabi Luth AS, Nabi Nuh AS, Nabi Daud AS, dan Nabi Sulaiman AS beserta kaum mereka.
Pada ayat 72, Allah SWT bersabda, "Dan Kami menganugerahkan kepada-Nya (Ibrahim AS) Ishak dan Yakub AS sebagai suatu anugerah. Dan, masing-masing Kami jadikan orang yang saleh."
Pada ayat 73, "Dan, Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah, dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah."
Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT telah menurunkan kepada Nabi Ibrahim, yaitu Nabi Ishak dan Nabi Yakub, yang termasuk golongan orang-orang yang saleh. Allah SWT menjadikan mereka itu pemimpin dari setiap kaum masing-masing.
Pada ayat 74 dan 75 menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan hikmah dan ilmu kepada Nabi Luth. Yaitu, ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Luth dari azab yang Allah berikan kepada umat-Nya yang melakukan perbuatan keji dan fasik. Dan Allah memasukkan Nabi Luth ke golongan orang-orang yang saleh.
Pada ayat 76 dijelaskan, "Dan, (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)-nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar."
Selain itu, ayat 77 menyebutkan, "Dan, Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka ialah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya."
Ayat 76 dan ayat 77 menceritakan bagaimana Allah SWT menyelamatkan Nabi Nuh bersama pengikutnya dari bencana banjir yang sangat besar. Adapun umat Nabi Nuh yang melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT ditenggelamkan dalam bencana banjir tersebut.
Melindungi diri Pada ayat 78 dan 79 menceritakan sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Disebutkan bahwa ada sekelompok kambing yang telah merusak tanaman pada waktu malam. Pemilik tanaman itu lalu mengadu kepada Nabi Daud AS. Ia memutuskan bahwa kambing-kambing itu harus diserahkan kepada pemilik tanaman sebagai ganti tanaman yang rusak.
Sebaliknya, Nabi Sulaiman AS memutuskan agar kambing-kambing itu diserahkan sementara kepada pemilik tanaman untuk mengambil manfaat. Dan, pemilik kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanaman yang baru.
Apabila tanaman yang baru telah dapat diambil hasilnya, pemilik kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali. Dan, keputusan Nabi Sulaiman AS yang lebih tepat.
Pada ayat 80 menyebutkan, "Dan, kami ajarkan (pula) kepada Daud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperanganmu. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?"
Dilanjutkan ayat 81, "Dan, (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu."
Pada ayat 82, dijelaskan bahwa, "Dan, (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu, dan Kami yang memelihara mereka itu,"
Penjelasan ayat 80-82 bisa dipahami bahwa Allah SWT telah mengajarkan kepada Nabi Daud cara untuk melindungi diri dari peperangan. Sementara itu, kepada Nabi Sulaiman ditunjukkan cara Allah SWT menundukkan angin dan segolongan setan yang menyelam ke dalam laut untuk menunjukkan kekuasaan Allah SWT. (*/H-1)