IBADAH puasa Ramadan akan memasuki fase 10 hari kedua yang disebut sebagai tahapan magfirah atau pengampunan. Jangan biarkan kesempatan itu berlalu. Manfaatkan untuk meraih ampunan Allah dengan meningkatkan amal kebajikan.
"Ibadah Ramadan merupakan salah satu pertolongan Allah kepada umat Islam yang beriman. Dalam Ramadan, ada banyak rahmat dan magfirah-Nya, maka janganlah kita menjadi orang yang merugi. Mari kita raih ampunan-Nya dengan memperbanyak istigfar dan melakukan amal kebajikan pada sesama," papar Ustaz Dede Madiansyah saat menyampaikan khotbah salat Jumat di Masjid Darussalam, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.
Ia menyayangkan sebagian kaum muslim tidak mampu menjaga konsistensi dalam beribadah saat memasuki fase 10 hari kedua Ramadan. Contoh kecilnya, ibadah salat tarawih di masjid-masjid kini tidak penuh sesak lagi seperti awal-awal Ramadan. "Seharusnya amalan kita makin meningkat."
Ia mengisahkan Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang selalu bersuka cita menyambut datangnya Ramadan. Sepanjang bulan suci, amal sedekah Rasulullah diibaratkan seperti angin, tak henti-henti dan membawa manfaat bagi masyarakat banyak. Tak hanya itu, sepanjang bulan suci, Rasululullah setiap malam beristigfar 70 hingga 100 kali.
"Kita insan yang banyak khilaf dan kesalahan harusnya beristigfar melebihi Rasulullah. Ramadan semestinya jadi kesempatan kita untuk memperoleh ampunan Illahi dengan memperbanyak istigfar dan bermaaf-maafan," cetusnya.
Ustaz lulusan Jurusan Dakwah Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengingatkan, dalam setahun yang meliputi 12 bulan, ada Ramadan yang lamanya hanya satu bulan. Semestinya, bulan istimewa itu tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Bulan penuh rahmat dan pengampunan itu harus dimaksimalkan untuk mengejar urusan akhirat yang selama ini mungkin kurang terperhatikan.
Ustaz yang aktif memimpin sejumlah majelis taklim di wilayah Tangerang Selatan itu menganjurkan agar kita memperbanyak doa yang termaktub dalam Surat Ali Imron ayat 193, "Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang baik."
Amal kebajikan Mengingat Ramadan merupakan bulan pengampunan, lanjut Ustaz Dede, siapa pun mereka, baik rakyat biasa, ulama, juga umara (pemeritah) harus bermuhasabah memohon ampunan Allah. "Jika dia pemimpin, jadilah pemimpin yang amanah dan jika dia ulama, jadilah ulama yang menjadi uswah atau teladan terkait dengan ibadah."
Ibadah yang dimaksud tak hanya yang bersifat ritual seperti salat tarawih, tetapi juga amal kebajikan kepada sesama seperti bersedekah, menolong mereka yang kesusahan, memaafkan orang yang menyakiti, berbakti kepada orangtua, dan berbuat baik dengan para tetangga.
Terkait dengan ibadah salat tarawih yang kerap terlewatkan oleh mereka yang sibuk bekerja, menurut Dede, ibadah itu bisa dilakukan di rumah, sendirian atau berjamaah.
"Allah Maha Tahu, karena kesibukan seseorang, tidak sempat tarawih di masjid, bisa melakukannya di rumah. Yang penting semangat ibadahnya tidak kendur," kata Dede Madiansyah yang juga Manajer Lembaga Amil Zakat Yatim Mandiri itu. (H-3)