Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA wilayah pesisir di Indonesia mengalami banjir rob akibat laut pasang sehingga menimbulkan kerugian dan mengganggu aktivitas masyarakat. Tercatat, dalam tiga hari terakhir banjir rob menggenangi kawasan Belawan, Medan, Sumatera Utara: Pantai Kuta, Karangasem, Selatan, Jembrana, Gianyar dan Sanur, Bali serta wilayah Jakarta Utara.
BMKG memprediksi hingga Kamis (9/6), banjir akibat laut pasang atau rob masih akan terjadi di pesisir laut Samudera Hindia, khususnya di sekitar selatan Jawa, selatan Papua, Sumatera sebelah barat.
"Ini siklus pasang surut air laut biasa. Hanya saja ada tekanan angin yang membuat gelombang jadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya," ujar Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangannya, Selasa (7/6)
Tentang banjir rob di Jakarta Utara disebabkan tanggul pantai di Pantai Marina Kelurahan Penjaringan yang tidak mampu menahan kekuatan air pasang. Saat ini rob masih menggenangi daerah di Marunda, Cilincing, Pelabuhan Muara, Penjaringan.
Begitu pula halnya banjir rob di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu hingga sekarang. Sebanyak 891 jiwa masyarakat mengungsi di 11 titik pengungsian. Sekitar 5.937 unit rumah terendam banjir rob di Kecamatan Tirto, Wiradesa, Wonokerto dan Siwalan.
"BNPB telah menyerahkan bantuan Rp565 juta kepada BPBD Kab Pekalongan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, banjir rob juga menyebabkan 590 jiwa masyarakat mengungsi," jelasnya.
Menurutnya kawasan pantai utara Jawa, khususnya di Jakarta Utara dan Kota Semarang, banjir rob berada di kawasan yang lebih rendah dibandingkan permukaan air laut. Daerah ini secara alamiah memang lebih rendah dari pada muka air laut saat pasang tertinggi.
"Jakarta menghadapi rob yang sangat serius. Ancaman rob akan makin meningkat di masa mendatang. Hal ini disebabkan adanya penurunan permukaan tanah di Jakarta terus menurun tanpa bisa dikendalikan," ungkap Sutopo. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved