Terus Sebarkan Toleransi

MI/HAUFAN HASYIM SALENGKE
26/6/2015 00:00
Terus Sebarkan Toleransi
(MI/ANGGA YUNIAR)
PULUHAN tamu dari berbagai organisasi Islam di Indonesia tampak santai berbincang di kediaman Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert O Blake, di Menteng, Jakarta, Rabu (24/6).

Mereka antara lain berasal dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam (Persis), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan unsur lainnya.

Ada juga tokoh-tokoh penting, di antaranya Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yakub dan Ustaz Yusuf Mansur.

"Ini merupakan makan malam (buka bersama) favorit saya sepanjang tahun karena bisa mengundang sahabat-sahabat muslim untuk turut bisa menikmati buka puasa bersama kita," kata Blake kepada wartawan pada acara bertemakan Mempererat silaturahim komunitas muslim di Indonesia dan Amerika Serikat.

Ia mengutarakan ada pesan yang ingin disampaikan melalui acara itu. "Pesan persahabatan kepada semua sahabat-sahabat muslim kami di seluruh dunia dan salam hormat kami kepada agama Islam."

Menurut dia, acara buka puasa bersama merupakan kesempatan untuk membangun nilai-nilai kebersamaan yang dimiliki kedua negara, seperti nilai demokrasi, ketaatan, dan toleransi. Ia menyebut nilai-nilai itulah yang mengikat hubungan Indonesia dan AS. Hal itu pula yang bisa membuat Jakarta dan Washington bisa lebih erat memajukan toleransi beragama ke seluruh dunia.

Sama seperti di Indonesia, jelas Blake, muslim di AS juga berpuasa. Bedanya, di beberapa bagian daerah utara AS biasanya matahari terbenam lebih lama jika bandingkan dengan wilayah seperti Florida, yang lama terbenam mataharinya sama seperti di Indonesia.

"Seperti Indonesia, muslim di AS juga berkumpul buka bersama untuk membangun nilai-nilai universal seperti kebersamaan, perdamaian, dan toleransi."

"Jadi acara ini dilakukan untuk merayakan persahabatan antara AS dan masyarakat muslim Indonesia yang kuat, dinamis, dan majemuk."

Blake memuji Indonesia sebagai negara keempat terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia yang memiliki ekonomi yang tumbuh pesat.

Blake mengutarakan AS berharap Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan dalam berbagai hal, seperti menyebarkan nilai-nilai toleransi dan menangkal penyebaran paham ekstremisme.

"Indonesia juga terus meningkatkan pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan memberikan bantuan bagi imigran Rohingya."

Kesuksesan yang diraih Indonesia, kata Blake, "Merupakan buah dari keberhasilan Anda, dari politisi, imam, pemikir muslim, dan seluruh kalangan masyarakat."

Menurut dia, AS percaya Indonesia bisa terus mempromosikan nilai-nilai perdamian dan toleransi.

Perimbangan hubungan
Di sisi lain, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yakub berharap kegiatan yang dilakukan Kedubes menunjukkan niat baik dari pemerintah dan bangsa AS untuk menjaga dan memperkokoh persahabatan Indonesia dan 'Negeri Paman Sam'.

Ali Mustafa menggarisbawahi tentang perlunya ada perimbangan hubungan antara Indonesia dan AS.

Salah satu yang dirasakan kurang berimbang ialah informasi antara Indonesia dan AS yang ditampilkan kadang tidak secara utuh sehingga merusak pemahaman bersama.

"Sampai hari ini, bangsa AS mengenal Indonesia terkadang dari hal-hal yang negatif seperti tawuran pelajar dan lainnya. Demikian pula masyarakat Islam Indonesia yang mendengar AS ialah manusia-manusia koboi," ujarnya, yang langsung disambut tawa oleh para tamu.

Padahal, lanjut Ali Mustafa, ia dan sejumlah kalangan di Indonesia mengetahui di AS, seperti New York, Chicago, Atlanta, dan kota-kota lainnya terdapat banyak pesantren-pesantren khusus menghafal Alquran. "Ini yang bagi orang Indonesia barangkali belum banyak mengetahui. Pesan-pesan seperti inilah yang perlu disampaikan secara berimbang agar terjalin hubungan yang harmonis dan mesra antara AS dan Indonesia." (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya