Penanganan Kejahatan Seksual Anak Terlalu Fokus Pada Pelaku

Arga Sumantri
06/6/2016 09:17
Penanganan Kejahatan Seksual Anak Terlalu Fokus Pada Pelaku
(MI/Rommy Pujianto)

KOMISI Nasional (Komnas) Anak menilai ada paradigma yang mesti diperbaiki dalam menanggulangi kejahatan seksual pada anak. Pasalnya, seringkali penanganan kasus kekerasan seksual hanya lebih fokus pada pelaku.

Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Komnas Anak Reza Indragiri Amriel menyatakan dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak, seringkali justru abai terhadap korban.

"Fokus kita saat ini adalah tentang bagaimana kita memperlakukan pelaku, bukan korban. Padahal, dalam kejahatan seksual, yang harusnya membuat kita risau adalah korbannya," kata Reza dalam acara Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin (6/6)

Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang tentang tambahan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak misalnya, kata Reza, menunjukkan kalau fokus penanganan masih ada hanya pada sisi pelaku. Sementara, aturan yang mengatur mekanisme penanganan terhadap korban masih tersisih.

"Meskipun itu juga satu niatan yang baik dari pemerintah menghadapi kasus ini," ujar Indra.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar sepakat dengan Reza. Namun, dari sisi pandangan penegak hukum, ketegasan yang diterapkan pada pelaku kejahatan seksual terhadap anak, setidaknya diharapkan bisa jadi pencegah menjamurnya pelaku kejahatan lainnya.

"Tidak boleh ada tempat pedofil di tengah masyarakat. Termasuk yang punya niat juga tidak boleh," kata Boy.

Semangat rehabilitasi terhadap anak yang menjadi korban kekerasan seksual juga didengungkan Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa.

Menurut Khofifah, dampak kekerasan seksual pada anak dan perempuan tidak hanya dirasakan korban. Tapi, keluarga ikut merasakan tekanan sosial. Aturan perlindungan keluarga korban juga harus dipikirkan.

"Keluarga YY (remaja asal Bengkulu yang diperkosa lalu dibunuh) misalnya, sudah mendapat tekanan cukup kuat dari masyarakat di dusunnya. Korban di Sidoarjo juga tidak tahan karena dapat tekanan serupa," ujar Khofifah pekan lalu. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya