UBL Jadi Tuan Rumah Workshop Fotografi

02/5/2016 22:13
UBL Jadi Tuan Rumah Workshop Fotografi
(Istimewa)

UNIVERSITAS Budi Luhur menjadi tuan rumah kedua dari workshop roadshow fotografi 'Budi Luhur dalam Lensa Kamera'. Workshop kedua pada Selasa (12/4) ini merupakan bagian dari rangkaian Lomba Fotografi Nasional (photo story) 2016 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti.

Setelah sebelumnya workshop pertama pada Sabtu (9/4) diadakan di STMIK Atma Luhur, Pangkal Pinang. Adapun workshop ketiga diselenggarakan di Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta pada Jumat (29/4).

Kegiatan dibuka oleh Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro MBA. Ia menyampaikan kegembiraannya lantaran tema 'Budi Luhur' ternyata dapat diterima oleh masyarakat. Terbukti dari banyaknya peserta yang telah mendaftarkan diri untuk ikut lomba, yakni sebanyak 1.124 pendaftar.

Rektor UBL Prof Ir Suryo Hapsoro Tri Utomo PhD sebagai narasumber pertama memaparkan nilai-nilai budi luhur yang dapat dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan sembilan nilai budi luhur yang dapat divisualisasikan oleh peserta fotografi.

Sementara itu, Fendi Siregar yang dikenal sebagai senior fotografer menjelaskan teknik-teknik untuk memotret foto human interest yang baik. Selain itu, ia juga mengadakan simulasi penyusunan photo story melalui software Adobe Photoshop.

Fendi menegaskan bahwa menyusun sebuah photo story perlu memperhatikan konsep cerita yang ingin disampaikan tanpa mengesampingkan komposisi angle foto. "Tentunya tidak indah apabila photo story diisi dengan foto long shot semua. Photo story akan lebih indah dipandang apabila foto dambil dalam bentuk medium shot, long shot dan close up," katanya dalam keterangan tertulis kepada media, (2/5).

Workshop ditutup dengan tepuk tangan yang meriah untuk Fendi yang telah menunjukkan video di balik pengambilan foto ‘Rasinah’ dan video momen-momen jembatan yang dilalui oleh masyarakat di sebuah perkampungan. Pesan Fendi dari video yang ditunjukkannya itu agar peserta yang hendak mengikuti lomba harus sabar untuk menangkap momen demi mendapatkan foto yang ciamik.

Lomba Fotografi Nasional 2016 dengan tema 'Budi Luhur dalam Lensa Kamera' yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kebudiluhuran Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti merupakan kegiatan fotografi pertama setingkat nasional.

Tema ini menantang para pecinta fotografi untuk memvisualisasikan atau menerjemahkan nilai-nilai budi luhur dalam bentuk photo story dengan konsep human interest. Adapun tema-tema yang diangkat ialah: sabar mensyukuri (sabar narimo), cinta kasih (welas asih), suka menolong (seneng tetulung mring sapodo), toleransi, kerja sama, dan sopan santun.

Rangkaian workshop fotografi ini masing-masing dihadiri oleh 400 peserta yang terdiri dari pegiat fotografi, komunitas fotografi, pelajar SMA, mahasiswa UBL, serta mahasiswa dari perguruan tinggi di sekitar Tangerang dan Jakarta Selatan, sedangkan workshop pertama di hadiri oleh pelajar dan mahasiswa STIMK Atma Luhur Pangkal Pinang dan workshop ketiga dihadiri pelajar, Mahasiswa MMTC Jogyakarta dan masyarakat umum.

Dari jumlah 1.124 peserta yang mendaftar yang mengirimkan karya sebanyak 426 orang, adapun yang memenuhi syarat dan ketentuan sebanyak 233 peserta. Dari karya 233 peserta ini akan disaring oleh seluruh juri menjadi 10 besar per kategori. Peserta yang masuk nominasi 10 besar nantinya akan disaring menjadi 5 besar. Peserta yang masuk nominasi 5 besar akan dinilai bersamaan dengan pameran foto 18 Juni mendatang. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya