Lansia Tanggungan Bersama

Putri Rosmalia Octaviyani
04/6/2016 06:11
Lansia Tanggungan Bersama
(ANTARA/Saptono)

Jumlah lansia di Indonesia mencapai 20,24 juta jiwa atau 8,03% dari total penduduk. Diprediksi, jumlah itu akan terus meningkat.

MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan masih banyak orang lanjut usia (lansia) yang hidup tidak sejahtera.

Bahkan, ada yang telantar karena tidak ada keluarga yang bersedia menjaga mereka.

Ia menegaskan kerja sama semua pihak, mulai keluarga, masyarakat, hingga pemerintah daerah dan pusat merupakan kunci terciptanya lansia yang sejahtera dan produktif.

"Kehidupan lansia sebenarnya sepenuhnya tanggung jawab keluarga, tetapi pemerintah juga punya program-program untuk membantu lansia dari keluarga tidak mampu," ujar Khofifah pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional, di Bekasi, Jawa Barat, kemarin.

Kementerian Sosial memiliki program asistensi sosial lanjut usia terlantar bagi lansia tidak mampu.

Program itu memberi bantuan dana sebesar Rp200 ribu per lansia per bulan.

Selain itu, perlindungan lansia juga diberikan melalui Program Keluarga Harapan.

Program itu menyasar 125 ribu lansia tidak mampu di atas usia 70 tahun.

"Program layanan pemerintah harus dilakukan dengan serius untuk menghilangkan lansia tidak sejahtera. Semuanya itu harus terintegrasi dengan keluarga lansia," imbuh Khofifah.

Berdasarkan data Kementerian Sosial dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2014 diketahui jumlah rumah tangga yang dihuni lansia (orang berusia 60 tahun ke atas) sebanyak 16,08 juta rumah tangga atau 24,5% dari seluruh rumah tangga.

Sementara itu, jumlah lansia di Indonesia mencapai 20,24 juta jiwa atau setara 8,03% dari seluruh penduduk.

Jumlah tersebut diprediksi meningkat menjadi 33 juta pada 2025.

Hal itu sei-ring dengan terus bertambahnya usia harapan hidup (UHH).

Pada 2015, UHH di Indonesia mencapai 70,8 tahun.

Aspek kesehatan

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kesehatan Lansia 2016-2019 pada Rabu (1/6).

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengungkapkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, penyakit terbanyak pada lansia ialah hipertensi (57,6%), artritis (51,9%), dan stroke (46,1%).

Selain itu, diketahui semua lansia hidup setidaknya dengan satu penyakit.

Sebanyak 28% lansia dengan dua penyakit, 14,6 % dengan tiga penyakit, 6,2% dengan empat penyakit, 2,3% dengan lima penyakit, dan 0,8% dengan enam penyakit atau lebih.

Di sisi lain, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2014, angka kesakitan penduduk lanjut usia sebesar 25,05%.

"Usia di atas 60 tahun hidup dengan penyakit. Ini yang harus kita cegah sejak usia dini. Ini yang akan saya tekankan betul pada RAN. Pencegahan penyakit tidak dimulai dari usia lanjut, tapi dari usia sedini mungkin," kata Nila.

Ia menambahkan, untuk mendo-rong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan lansia, Kemenkes telah menerbitkan peraturan tentang pelayanan geriatri di rumah sakit dan penyelenggaraan kesehatan lanjut usia di puskesmas.

Saat ini baru ada 824 puskesmas (10%) yang menyelenggarakan layanan tersebut.

(DD/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya