Keluar dari Candu Narkoba

Fario Untung Tanu
04/6/2016 04:11
Keluar dari Candu Narkoba
(MI/Sumaryanto)

MASA lalu merupakan pelajaran.

Masa depan adalah harapan.

Mungkin itu yang dirasakan Aldi Novrudi.

Masa kecilnya bisa dibilang tidak seindah mimpi.

Di usia sembilan tahun, untuk kali pertama ia mencicipi narkoba.

Latar belakang keluarga broken home menjadi alasan Aldi terjerumus dalam jerat narkoba.

"Awalnya memang karena dari keluarga saya broken home. Ayah ibu saya bercerai saat saya masih kelas 4 SD. Setelah ayah ibu saya bercerai, saya sempat ikut ayah dan pada akhirnya sekarang ikut ibu," kenang Aldi.

Jaring laba-laba narkoba diakuinya tidak pernah memandang umur.

Buktinya, Aldi yang dari awal berkenalan dengan narkoba hingga remaja dan dewasa sulit keluar dari jeratannya.

"Saya bisa terkena narkoba di usia dini memang karena lingkungan. Dulu teman-teman main saya itu kebanyakan umurnya lebih besar daripada saya. Jadi, saya ikut-ikut mereka karena teman saya bisa akses (narkoba) itu dan sampai akhirnya saya ditawarin dan mencobanya," jelas Aldi.

Tak sampai di situ, akibat narkoba, Aldi terbawa masuk ke dunia kriminal.

Sudah beberapa kali ia menghuni penjara.

"Ketika sudah menjadi pecandu, saya mulai suka mengambil barang-barang di rumah. Saat main ke rumah saudara juga saya lakukan itu. Jadi, pasti ada barang yang hilang jika saya datang," kenangnya.

Keluarga pun tidak tinggal diam.

Berbagai cara dilakukan untuk menyembuhkan Aldi dari ketergantungan narkoba, di antaranya membawa Aldi ke dokter, orang pintar, pesantren, dan melakukan hal-hal aneh yang tak lazim.

Sayangnya, semua cara yang dilakukan tidak berhasil.

"Semua sudah dilakukan, bahkan sampai saya disuruh mandi di sungai dan mandi darah burung yang disembelih di atas kepala saya," ujar Aldi.

Rehabilitasi

Pada 2002, kondisi fisik Aldi berada di titik terbawah dan ia terbaring sakit.

Saat itu menjadi titik balik Aldi untuk sadar akan kesehatannya dan keluar dari jerat narkoba.

Terlebih, banyak temannya meninggal karena terkena HIV/AIDS akibat saling bertukar jarum suntik.

Dengan bantuan kakaknya, Aldi menjalani pengobatan dan rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO).

Selama 18 bulan menjalani proses rehabilitasi, Aldi akhirnya sembuh dari ketergantungan narkoba.

Pascabebas dari jerat narkoba, Aldi pun memilih belajar di RSKO untuk mengikuti pelatihan menjadi konselor.

Sejak 2006 Aldi menjadi konselor bagi para pecandu narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Karena memiliki masa lalu yang kelam dan berhasil melewatinya,

Aldi bertekad terus belajar dan berusaha menjadi konselor bagi para pecandu agar bisa melepaskan diri dari bahaya narkoba.

Aldi juga sangat bersyukur atas segala perubahan yang dialami dirinya.

Ia juga sangat berterima kasih kepada seluruh keluarga dan orang terdekat yang mau mendorong dirinya keluar dari jerat narkoba dan menjadi orang yang berguna bagi sesama.

(M-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya