Gelembung Mikro untuk Pembesaran Ikan

Ardi Teristi Hardi
04/6/2016 03:30
Gelembung Mikro untuk Pembesaran Ikan
(MI/ARDI TERISTI HARDI)

SLANG-SLANG yang mengalirkan udara selalu menjadi bagian tidak terpisahkan dari peralatan kolam budi daya. Namun, belum banyak yang mengerti karakteristik udara yang disalurkan ke kolam akan memengaruhi pertumbuhan ikan, baik ikan air laut maupun tawar. Hal itulah yang didapat dari penelitian tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yaitu Muhammad Nabil Satria Faradis, Fajar Sidik Abdullah, dan Untarini Febrian Ramadhani. "Dari literatur, kami mendapatkan informasi bahwa gelembung oksigen terlarut dapat memengaruhi pertumbuhan ikan," kata Muhammad Nabil ketika ditemui Media Indonesia di Laboratorium Akuakultur Departeman Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Rabu (4/5). Nabil dan Fajar merupakan mahasiswa fakultas teknik mesin, sedangkan Untarini dari fakultas ekonomi dan bisnis. Dari penelitian itu ketiganya mengembangkan alat untuk menghasilkan gelembung udara yang lebih kecil. Bernama microbubble generator (MBG), alat tersebut berguna membantu meningkatkan produksi perikanan.

Untuk menghasilkan alat itu, tim mendapat bimbingan dosen Jurusan Teknik Mesin UGM, yang juga Kepala Pusat Studi Energi UGM, Dr Deendarlianto. Nabil menjelaskan kelarutan okesigan yang lebih tinggi di dalam air akan meningkatkan nafsu makan ikan. Dengan begitu, pertumbuhan ikan akan lebih cepat. "Dengan alat ini, jumlah oksigen terlarut dalam air bisa meningkat karena gelembung udara yang dihasilkan lebih kecil daripada ukuran gelembung yang diproduksi dari aerator biasa," terang dia. Jika aerator umumnya menghasilkan gelembung berukuran 2-5 milimeter, MBG dapat mengasilkan gelembung berukuran 40 mikron. MBG tersusun dari rangkaian yang sederhana, yaitu pompa dan pipa. Kesederhanaan itu menjadikan keunggulan lain ketimbang aerator biasa karena lebih praktis dan ekonomis.

Selain itu, Nabil mengungkapkan, jika diproduksi masal, MBG bisa dihargai kurang dari Rp100 ribu. MBG telah diuji coba pada ikan nila selama 1 bulan. Dalam dua minggu, ikan dapat tumbuh cukup cepat, dari semula 1-2 cm menjadi 5-6 cm. Fajar pun berharap penelitian tersebut dapat meningkatkan hasil produksi perikanan di Indonesia. Pasalnya, data The State World Fisheries and Aquaculture pada 2014 menyebutkan produksi ikan di Indonesia sebesar 5.420.247 ton pada 2012. Jumlah itu membuat Indonesia menduduki peringkat kedua, di bawah Tiongkok. Namun, prestasi produksi perikanan Indonesia tersebut masih didominasi dari perikanan tangkap ketimbang perikanan budi daya. Padahal perikanan tangkap diproyeksikan menjadi andalan Indonesia seiring dengan status eksploitasi berlebihan pada banyak ikan laut.

Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menargetkan capaian produksi perikanan budi daya pada 2016 ialah 19,4 juta ton. Target tersebut lebih tinggi daripada capaian produksi perikanan budi daya pada 2015 yang sebesar 17,6 juta ton.

Air laut dan payau
Manfaat gelembung mikro terhadap pertumbuhan ikan juga dibenarkan dosen Perikanan Fakultas Pertanian UGM Prof Rustadi. "Dengan gelembung mikro yang banyak di dalam air dan merata, oksigen terlarut di dalam air pun juga dapat lebih banyak," ujarnya. Prof Rustadi membenarkan penelitian microbuble saat ini memang masih dilakukan pada ikan nila. Namun, perlakuan serupa juga dapat diterapkan untuk ikan air payau dan air laut. "Bisa diterapkan di tempat lain (air laut dan air payau), seperti di tambak," kata dia. Penerapannya pun tidak akan berbeda selama ada tenaga yang dapat menggerakkan pompa sehingga dapat menghasilkan gelembung berukuran mikron. Sementara itu, Dr Deendarlianto menjelaskan MBG untuk sektor perikanan hanyalah salah satu bagian dari pemanfaatan alat tersebut. "Selain untuk perikanan, ada pula kelompok mahasiswa lain yang sedang meneliti gelembung ini untuk dimanfaatkan dalam pengolahan limbah," kata da. Deendarlianto pun mengapresiasi penelitian yang dilakukan mahasiswanya tersebut. Alat itu dapat membantu meningkatkan produksi perikanan budi daya. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya