Perilaku Baik Tanda Fungsi Otak Baik

Putri Rosmalia Octaviyani
04/6/2016 02:30
Perilaku Baik Tanda Fungsi Otak Baik
(Thinkstock)

PERILAKU yang baik mencirikan fungsi otak yang baik, demikian juga sebaliknya. Hal itu merupakan kesimpulan dari penggunaan alat positron emission tomography. Para ilmuan, khususnya yang tergabung dalam Neuronesia, perkumpulan para peneliti neurosains yang terdiri atas dokter dan peneliti, mengatakan hubungan yang erat itu merupakan kunci untuk membentuk karakter manusia yang baik. Co-founder dari Neuronesia sekaligus Board of Honor Neuronesia Community, Dr Amir Zuhdi, mengatakan Indonesia butuh untuk melakukan pengembangan dalam hal neurosains demi mewujudkan pembangunan yang baik. "Secara umum fungsi neurosains ialah untuk memperbaiki diri, mulai pembentukan perilaku yang baik," ungkap Amir ketika ditemui dalam acara Seminar Neuronesia di Rumah Sakit Siloam, Jakarta, Kamis (2/6).

Menurutnya, dengan ilmu neurosains, Indonesia dapat mempersiapkan masyarakat dengan perilaku yang baik untuk persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dalam konteks pemahaman neurosains, tambah Amir, terdapat berbagai cabang ilmu yang salah satunya ialah neuromarketing. "Pengembangnan neurosains sangat luas karena berhubungan dengan perilaku manusia, termasuk dalam dunia marketing," ungkap Amir. Dalam konteks marketing, ilmu neurosains berperan bagi seorang manusia untuk menentukan ketertarikan seseorang terhadap suatu produk tertentu. Menurutnya, hal itu dapat sangat berguna jika diaplikasikan dalam dunia bisnis.

Peneliti neurosains internasional, Dr Taruna Ikrar, menyampaikan hal senada. Menurutnya, dalam segala pengembangan ilmu pengetahuan, pasti akan berujung pada ilmu neurosains. "Otak merupakan bagian yang berperan sangat penting dalam segala hal pengembangan, termasuk pengembangan teknologi," ungkap ahli neurosains University of California, AS, Ikrar Taruna, saat ditemui pada peluncuran bukunya berjudul 60 Fakta Kesehatan Mutakhir di Jakarta, Rabu (1/6). Ia juga menyampaikan, sebagai pusat berpikir, otak mempunyai peran penting dalam menentukan individu dalam bertindak dan memilih keputusan yang akan berujung pada pembentukan karakter individu tersebut.

Guru pahami ilmu neurosains
Di kesempatan berbeda, Ikrar juga merasa, sebagai pendidik, guru perlu memahami ilmu neurosains. Hal itu penting untuk memaksimalkan peran guru dalam proses belajar-mengajar. Tidak hanya di kelas, tetapi juga dalam upaya pembentukan karakter dan kemampuan siswa secara keseluruhan. "Ilmu neurosains mempelajari pola sel saraf otak manusia dalam setiap kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Dengan menguasainya, bagi berbagai profesi termasuk guru akan sangat berguna dalam menentukan metode apa yang akan digunakan dalam setiap waktu," ungkap Ikrar dalam kuliah umum ilmu neurosains di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (3/6). (*/Try/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya