Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA turut berpartisipasi dalam Pertemuan Perdana Tingkat Menteri tentang Mission Innovation (MI) yang dihelat di San Fransisco, Amerika Serikat.
MI yang dideklarasikan pada COP 21 di Prancis, Paris, sejatinya diikhtiarkan sebagai gerakan global yang mendorong revolusi dalam inovasi dan pengembangan energi bersih.
Ada sekitar 20 negara deklarator Gerakan MI, yakni Indonesia, Australia, Brasil, Kanada, Cile, Tiongkok, Denmark, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Arab Saudi, Swedia, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Norwegia. Di San Fransisco, ada tambahan satu anggota baru MI, yakni Uni Eropa.
Selain entitas negara yang kini berjumlah 21 itu, bergabung pula di MI entitas pengusaha kelas dunia yang disebut BEC atau Breakthrough Energy Coalition.
BEC yang bertujuan mendorong inovasi dan pengembangan energi bersih, di antaranya terdiri dari Richard Branson (Virgin Group), Mark Zuckerberg (Facebook), Jeff Bezos (Amazon.com), Reid Hoffman (LinkedIn), hingga Pangeran al-Waleed bin Talal dari Arab Saudi. Koordinatornya adalah Bill Gates.
Di San Fransisco-lah kedua entitas itu, selain mendeklarasikan "Kerangka Kerja Mission Innovation”, juga menyepakati Misi dan Lima Aksi Utama Gerakan MI.
Adapun misi gerakan MI ialah mempercepat inovasi serta pengembangan energi bersih melalui pelbagai terobosan dan penurunan harga demi menyediakan energi bersih yang terjangkau-tersedia bagi seluruh warga dunia dalam dua dekade ke depan maupun setelahnya.
Kemudian lima Aksi Utama Gerakan MI yakni, melipatgandakan investasi, membagikan informasi tentang pengelolaan energi bersih, menyiapkan peta-jalan pengembangan inovasi energi bersih, mendorong penelitian bersama dan pengembangan kapasitas di bidang energi bersih, mendorong pelibatan bisnis dan investor dalam pengembangan energi bersih.
"Pertemuan tingkat menteri tentang MI juga menyepakati terbentuknya Komite Pengarah MI. Komite terdiri dari negara-negara terpilih yang akan memberikan panduan tingkat tinggi bagi keberlangsungan MI," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko dalam keterangan resmi, Kamis (2/6).
Indonesia juga mengusulkan untuk menjadi anggota Komite Pengarah yang pertama dan mengajukan dua prakarsa. Dua prakarsa yang ditujukan sebagai bagian dari platform pengembangan MI ke depan itu adalah perhelatan tahunan Bali Clean Energy Forum dan Pusat Unggulan Energi Bersih.
Menurut Menteri ESDM Sudirman Said, kata Sujatmiko, Indonesia berhasil menorehkan warna tersendiri di MI karena menjadi negara moderat yang bisa merajut kepentingan negara maju dan negara berkembang.
Indonesia juga dipandang mampu menjembatani negara-negara yang sudah sangat maju dalam pemanfaatan energi bersih dengan yang baru memulai. Indonesia mendorong agar Gerakan MI juga ikut memikirkan dan memimpin upaya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memberikan akses listrik bagi 1,2 miliar warga dunia yang hingga kini belum terlistriki.
Seperti diketahui, sejalan dengan komitmen MI, Indonesia telah mencanangkan Program Indonesia Terang. Tujuannya, untuk mempercepat upaya menerangi seluruh desa tertinggal yang belum terlistriki—mencapai 12.659 desa—hingga 2020.
Sudirman mendorong agar gerakan MI bukan digaungkan di tingkat global saja, tapi juga regional, nasional, hingga lokal. Manfaat dari kemitraan global MI ini harus bisa dirasakan secara nyata oleh seluruh warga dunia, tanpa terkecuali, melalui ketersediaan energi yang bersih, terjangkau, dan lestari. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved