Balita 2 Tahun Dipastikan Negatif MERS

Tlc/Ths/X-7
25/6/2015 00:00
Balita 2 Tahun Dipastikan Negatif MERS
(MI/Himanda Amrullah)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan bocah berusia 2 tahun berinisial M tidak mengidap Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV).

Kepastian yang bersangkutan negatif MERS didasarkan pada hasil uji polymerase chain reaction (PCR) di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

"Hasilnya sudah pasti negatif. Ini sudah pemeriksaan final," tegas Kepala Balitbangkes Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi, kemarin.

Sejatinya, lanjut Tjandra, pihak Balitbangkes sudah menduga bahwa yang bersangkutan negatif MERS. Pasalnya, kendati baru saja bepergian dari daerah yang terjangkit, yaitu Korea Selatan (Korsel), yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala klinis seperti orang terinfeksi MERS.

Selain itu, penularan di Korsel selalu terjadi di rumah sakit, bukan berada di tengah-tengah masyarakat. Sebelumnya, M dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso sejak Senin (22/6). Yang bersangkutan mengalami demam tinggi setelah bepergian ke Korsel bersama orangtuanya.

Pada kesempatan terpisah, Tim Emerging and Reemerging Disease RSPI Sulianti Saroso memuji keputusan orangtua M yang segera memeriksakan kondisi anaknya yang sakit seusai berkunjung ke daerah terjangkit.

Sebelum sampel yang bersangkutan diperiksa di Balitbangkes, sejatinya pihak Sulianti Saroso telah melakukan pemeriksaan usap tenggorok (swab) pasien yang bersangkutan hingga dua kali. Hasilnya serupa dengan Balitbangkes, yakni sama-sama negatif.

Dr Ernie Setiawati yang menangani balita itu mengungkapkan saat baru masuk ke ruang isolasi, Senin (22/6), suhu M memang sempat mencapai 39 derajat celsius. Hingga kemarin, suhu anak itu sudah 36 derajat celsius.

"Saat ini (kemarin) kita masih observasi terhadap lendir dahak di kerongkongan dan mengambil sampel darah untuk diuji di lab litbang," ungkap Ernie.

Dirut RSPI Sulianto Suroso, Fatmawati, mengatakan sepanjang 2015 sudah ada 4 pasien suspek MERS selain M yang pernah dirawat. Keempatnya punya riwayat dari Timur Tengah dan sudah dibolehkan pulang karena negatif MERS.

Dia menambahkan, Indonesia ialah negara yang rentan MERS. Oleh karena itu, Fatmawati mengimbau mereka yang bergejala seperti MERS, ditambah pernah pergi ke negara yang diketahui terdapat virus itu, harus segera memeriksakan diri.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya