AIR susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir hingga berusia enam bulan. Sesudah itu, bayi membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) karena kebutuhan gizi bayi meningkat tajam.
Label 'Gizi Produk Pangan' yang dirilis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan pada 2007 menyebutkan kebutuhan energi bayi usia 6 bulan meningkat hingga 1,5 kali, kebutuhan proteinnya meningkat 2 kali lipat, kebutuhan karbohidratnya bertambah 2,4 kali lipat, dan kebutuhannya akan zat besi meningkat 26 kali lipat.
Namun, menilik tabel nutrisi, kebutuhan gizi harian bayi usia 6 bulan terlalu besar untuk kapasitas perutnya. Misalnya saja, bayi usia 6 bulan membutuhkan zat besi sebesar 8 mg per hari. Zat besi sebanyak itu bisa diperoleh dari tiga potong daging (150 gr), tapi porsi tersebut terlalu berat untuk dikonsumsi si kecil. Belum lagi kebutuhan akan zat gizi lainnya. Bagaimana solusinya?
Dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Yoga Davaera, mengungkapkan suplementasi dan produk MPASI yang difortifikasi (diperkaya) dengan zat-zat gizi tambahan, seperti vitamin dan mineral, bisa menjadi solusi.
"MPASI dan ASI harus saling melengkapi. Apa yang kurang di dalam ASI untuk bayi usia 6 bulan harus dipenuhi oleh MPASI. Pemenuhan kalori bisa didapat dari karbohidrat, protein, dan lemak. Tapi untuk mineral, salah satunya zat besi, itu sulit dipenuhi dari ASI. Jadi harus didapat dari MPASI," ujarnya saat dihubungi, Senin (22/6).
Yoga sengaja memberi penekanan pada pemenuhan zat besi karena mineral itu sangat dibutuhkan bayi untuk mendukung perkembangan otak dan fungsi kognitifnya. Hal itu bukan berarti jenis mineral lain tidak penting, tapi zat besi berhubungan dengan kecerdasan bayi.
Makanan yang kandungan zat besinya tinggi ialah daging merah dan hati. Namun, tidak semua bayi bisa mengonsumsi sumber zat besi itu dalam jumlah cukup. Baik karena faktor bayi yang kesulitan saat makan daging atau karena harganya yang cukup mahal. Pada kasus demikian, bayi perlu diberi zat besi dari luar.
"Ada dua caranya, satu dari fortifikasi seperti yang dilakukan pada produk MPASI pabrikan, dan yang kedua menggunakan suplementasi zat besi dalam bentuk obat atau multivitamin.
"Yoga juga mengingatkan pentingnya mengubah tekstur MPASI bayi secara bertahap, dari tekstur yang sangat halus menjadi makanan bertekstur kasar agar bayi terampil dalam mengonsumsi beragam makanan.
Dukungan swasta Produk MPASI di bawah Kalbe Nutritionals, Milna, menyatakan siap membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi. Selain melalui penyediaan produk MPASI, juga lewat program edukasi bertajuk Bayi Hebat Milna 2015. Program itu dikemas dalam bentuk kompetisi foto bayi dan balita berusia 6 bulan hingga 3 tahun.
"Melalui Bayi Hebat Milna 2015 ini, Milna siap mendukung program pemerintah untuk menciptakan bayi-bayi hebat Indonesia yang memiliki gizi dan tumbuh kembang baik. Program berhadiah total ratusan juta rupiah ini sudah berjalan sejak Februari lalu dengan diluncurkannya www.bayihebatmilna.com dan akan berjalan hingga November," ujar Business Unit Head Nutrition Milna, Helly Oktaviana. (*/H-3)