Ayo Pijat Bayi Sendiri

MI/Eni Kartinah
24/6/2015 00:00
Ayo Pijat Bayi Sendiri
(ANTARA)
BAGI penyanyi Widi Mulia, 36, bukan hanya urusan tarik suara yang membuatnya antusias. Belajar memijat bayi juga membuatnya bersemangat. Terlihat pada Sabtu (6/6), bersama puluhan ibu lain personel grup vokal Be3 itu asyik mengikuti workshop My Baby Lovely Spa, di Jakarta.

Bersama sang buah hati, Den Bagus Satrio Sasono yang baru berusia lima bulan, ia tak ragu mempraktikkan teknik memijat bayi yang tercakup dalam kegiatan itu.

"Sebenarnya, setiap hari saya sudah rutin memijat anak saya di rumah. Tapi workshop ini membuat saya makin paham pentingnya pijat bayi, juga belajar teknik yang benar. Kalau kemarin-kemarin cuma diusap-usap, ternyata ada teknik lain," tutur ibu tiga anak itu.

Widi menambahkan, sebagai ibu dirinya ingin memberikan yang terbaik bagi ketiga buah hatinya. Ia pun selalu berusaha menciptakan kegiatan menyenangkan dengan anak, salah satunya dengan memijat bayinya.

"Memijat bayi sendiri membuat saya makin dekat dengan anak. Dia pun jadi lebih tenang, tidak rewel," ungkapnya pada kegiatan yang diselenggarakan merek produk perawatan bayi, My Baby, itu.

Pengalaman Widi tentang pijat bayi itu sesuai dengan pemaparan yang disampaikan dokter spesialis anak Margareta Komalasari. Ia menjelaskan memijat bayi yang sudah menjadi tradisi di berbagai belahan dunia terbukti memberikan banyak efek positif. Selain membuat bayi nyaman, manfaat lain yang sangat penting yakni mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak.

"Karena itu, pijat bayi sebaiknya dipraktikkan oleh ibu karena pijat bayi adalah ungkapan cinta, sentuhan merupakan komunikasi pertama antara ibu dan bayi," kata Margareta.

Anjuran itu mengacu ke kebiasaan sebagian orangtua yang lebih memilih untuk menyerahkan urusan pijat bayi pada tenaga berpengalaman seperti terapis baby spa atau dukun pijat bayi. Survei yang dilakukan My Baby menunjukkan hal itu.

Sebelumnya, My Baby melakukan survei secara daring terhadap 780 ibu berusia 24-45 tahun di seluruh Nusantara selama Mei-Juni 2015. Hasilnya terungkap, 9 dari 10 ibu di Indonesia sudah memahami pentingnya pijat bayi untuk perkembangan bayi mereka. Namun, 62% mengaku masih menyerahkannya ke orang lain, yaitu terapis baby spa atau dukun pijat bayi, karena faktor kekhawatiran dan ketidakpahaman.

"Padahal, memijat bayi sendiri amat mungkin, bahkan lebih baik jika dilakukan oleh ibu sendiri. Manfaat yang didapat akan lebih banyak," tegas Margareta.

Saat bayi dipijat ibu dengan lembut, lanjut Margareta, ia akan merasakan sentuhan ibu, melihat penampilan, dan mencium aroma, juga menjalin kontak mata dengan ibu. Sentuhan halus yang menenangkan saat pijat akan merangsang hormon oksitosin pada ibu dan bayi yang menimbulkan perasaan empati dan menghilangkan stres.

Kesemuanya itu akan memperkuat bonding atau keterikatan di antara keduanya. Bagi bayi, bonding yang kuat itu berpengaruh besar terhadap perkembangan psikisnya. "Bayi pun akan merasa dicintai, diperhatikan, memercayai, tumbuh sikap sosialnya, dan bayi merasa aman sehingga berani mengeksplorasi lingkungannya," imbuh Margareta.

Secara fisik, pijat juga membantu menyamankan bayi, merangsang hormon pertumbuhan sehingga meningkatkan berat badan bayi, membantu pencernaan dan meningkatkan sirkulasi darahnya, serta mengurangi rasa sakit saat tumbuh gigi dan kolik.

Ibu yang terbiasa memijat sendiri bayinya juga akan memperoleh manfaat. Selain lebih rileks karena pengaruh keluarnya hormon oksitosin, ibu akan lebih mampu memahami isyarat-isyarat bayi. "Dengan demikian, ibu akan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam mengasuh anaknya. Hal itu membuat ibu merasa lebih bahagia menjalani perannya," papar Margareta.

Sesuai usia
Margareta menjelaskan pijat bayi bisa dilakukan pada bayi usia 0-3 tahun. Tentu saja, pijatan yang dilakukan disesuaikan dengan usia bayi.

Untuk bayi umur 0-1 bulan, disarankan hanya diberi gerakan yang lebih mendekati usapan-usapan halus. "Perlu diingat bahwa sebelum tali pusat bayi lepas, sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di daerah perut.''

Untuk bayi umur 1-3 bulan, disarankan diberi gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu yang lebih singkat. Adapun untuk bayi umur 3 bulan-3 tahun, disarankan agar seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan dan waktu yang lebih meningkat. "Total waktu pemijatan disarankan sekitar 15 menit.''

Pada kesempatan sama, ahli fisioterapi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Diah Pratiwi, mengatakan sebaiknya pijat bayi dilakukan setiap hari, pagi sebelum mandi atau malam sebelum tidur. "Pijat yang dilakukan sebelum tidur akan membuat bayi tidur lebih nyenyak," ujarnya.

Sementara itu, Senior Brand Development Manager of My Baby dari PT Barclay Products, Dahlia Yolanda, mengungkapkan pihaknya menggelar My Baby Lovely Spa untuk mengedukasi ibu Indonesia melakukan pijat bayi sendiri di rumah.

"My Baby ingin mendorong ibu Indonesia melakukan pijat bayi sendiri di rumah untuk membangun ikatan tali kasih antara ibu dan bayinya yang tentunya mengoptimalkan tumbuh kembang bayi," katanya.

Ia menjelaskan program My Baby Lovely Spa secara rutin dilakukan sejak 2012 di posyandu dan pusat perbelanjaan dan keramaian di berbagai kota. "Selain itu juga ada tutorial video pijat bayi melalui Youtube," imbuhnya. (*/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya