Hari Lahir Pancasila Sebagai Identitas Nasional

Erandhi Hutomo Saputra
29/5/2016 19:31
Hari Lahir Pancasila Sebagai Identitas Nasional
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

RENCANA pemerintah yang tengah menggodok peraturan presiden untuk menetapkan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional ditanggapi positif.

Meski nantinya ditetapkan sebagai hari libur, cendekiawan muda Yudi Latif berpandangan hari tersebut tidak dimaknai hari libur secara harafiah melainkan harus diisi dengan kegiatan dan acara untuk merefleksikan penggunaan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Caranya, kata dia, pemerintah dapat menyelenggarakan festival atau karnaval untuk memperingati pancasila di seluruh daerah sehingga hari lahir pancasila bisa menjadi identitas nasional.

“Pancasila sebagai momentum refleksi, bisa karnaval, atau festival, dihari itu orang dengan berbagai cara merayakan festival yang multikulturalisme. Penguatan pancasila diterjemahkan dalam program, aksi,” ujar Yudi yang juga Direktur Eksekutif Reform Institute, Minggu (29/5).

Yudi melihat, saat ini Pancasila sebagai ideologi negara belum diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari secara maksimal, terbukti dengan masih cukup banyaknya tindakan kekerasan, diskriminasi dan intoleransi meski sesama bangsa, sekaligus perilaku koruptif yang masih belum surut. Dengan fakta-fakta tersebut, Yudi melihat nilai-nilai dalam Pancasila hanya berhenti pada gagasan teoritis.

Mestinya, Pancasila tidak hanya menjadi falsafah melainkan juga dibudayakan dalam kehidupan bermasyarakat terutama oleh para pemimpin daerah agar menjadi teladan. “Melalui keteladanan-keteladanan menjadi budaya itu nanti yang membimbing perilaku,” tukasnya

Senada, Ketua Komisi II Rambe Kamarul Zaman menyebut penetapan 1 Juni sebagai hari libur nasional harus diisi dengan kegiatan untuk memantapkan penggunaan Pancasila sebagai dasar negara.

Namun, Rambe mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan banyaknya libur nasioal yang saat ini telah ada. Rambe menyebut permasalahan libur nasional tidak perlu diperdebatkan dan menyerahkan keputusan penetapan hari libur kepada Presiden Jokowi. “Bagi saya ini sejarah memang tidak boleh dilupakan,” tutup Rambe. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya