Pemberdayaan Perempuan Warga Binaan Rutan Perlu Ditingkatkan

28/5/2016 22:10
Pemberdayaan Perempuan Warga Binaan Rutan Perlu Ditingkatkan
(Foto istimewa)

WARGA binaan wanita di rumah tahanan harus mendapatkan pembekalan keterampilan yang memadai. Agar ketika usai masa hukuman dapat hidup mandiri dan tidak terjebak dalam tindak kejahatan yang mengatasnamakan kebutuhan ekonomi.

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengungkapkan keprihatinannya dengan angka warga binaan yang terkena pasal penyalahgunaan narkoba cukup tinggi. Sebagian besar dari mereka tidak hanya sebagai pemakai, tetapi juga pengedar bahkan bandar besar.

"Dari 10 napi, 9 di antaranya dipenjara karena narkoba. Rutan, dan lapas kita dipenuhi tahanan korban narkoba," sebut Zulkifli, saat ‎menghadiri workshop ‘Ibu Hebat Generasi Berkualitas’, di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (27/5) kemarin.

‎Dengan bekal keterampilan yang di dapat selama di dalam penjara dapat menjadi modal untuk berwirausaha. "Mereka akan berdaya dan mandiri secara ekonomi, kehidupannya juga akan lebih baik," jelas Zulkifli.

Upaya pemberdayaan warga binaan melalui jalur keterampilan tidak harus selalu dilakukan oleh pemerintah, mengingat anggaran yang dimiliki terbatas. Melainkan juga butuh peran serta masyarakat, baik itu organisasi, swasta, dan dunia industri.

‎"Salah satunya workshop Ibu Hebat Generasi Berkualitas ini sangat membantu meningkatkan keterampilan warga binaan, ada lomba memasak dan sebagainya," jelas politikus asal Lampung itu.

Wakil Ketua Umum Perempuan Amanat Nasional (PUAN), Futri Zulya Safitri, mengatakan, tujuan workshop memang dilakukan untuk menciptakan kemandirian serta memberi bekal kepada penghuni Rutan untuk digunakan usai menjalani masa tahanan.

"Agar setelah masa hukuman selesai, para perempuan mantan warga binaan dapat produktif dan mandiri secara ekonomi," kata Futri dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/5).

‎Sementara itu, Pendiri PAUD Kids Republic Zita Anjani menambahkan, menjadi perempuan yang berdaya merupakan kebutuhan seluruh perempuan, dan tidak terbatas oleh jeruji besi di tahanan. "Penting untuk memberdayakan tahanan perempuan, karena perempuan adalah ibu, yang menjadi penentu generasi yang berkualitas," jelas Zita‎.

‎Kegiatan workshop ini diselengarakan oleh PUAN dan didukung oleh Yayasan Batin Cahaya Bangsa, Haneda Group, serta Kids Republic. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya