TAFSIR Al-Misbah kali ini membahas kandungan Alquran Surah Thaha ayat 99-112. Ayat-ayat itu secara garis besar menjelaskan kisah umat-umat terdahulu sebagai peringatan bagi manusia, Alquran sebagai petunjuk manusia dalam kehidupan dunia, serta bagaimana keadaan di akhirat.
Itu dimulai dari kandungan ayat 99 yang menyebutkan telah dikisahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagian kisah umat-umat yang terdahulu dan telah diberikan juga peringatan bagi kaum terdahulu melalui Alquran.
Pada ayat 100-102, Allah memperingatkan umatnya yang berpaling dari Alquran akan mendapat hukuman sangat berat di hari kiamat. Saat sangkakala ditiup kedua kalinya, yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkan kembali, orang-orang berdosa itu akan dikumpulkan dengan wajah yang muram.
Dalam ayat 103, orang-orang yang berdosa itu saling berbisik, "Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari 10 hari," lalu pada ayat 104, orang-orang yang paling lurus jalan pikirannya atau amalnya di antara orang-orang yang berdosa akan berbisik, "Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sehari saja."
Dari kedua ayat itu kita dapat ambil kesimpulan, ketika kiamat orang-orang berdosa merasa lebih lama hidup di dunia, sedangkan orang-orang yang lurus pikiran atau amalnya merasa hidup amat sebentar bahkan tidak sampai sehari.
Kemudian, pada ayat 105 orang-orang itu bertanya kepada Nabi Muhammad tentang gunung-gunung yang hancur dan Nabi Muhammad berkata, "Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari kiamat) sehancur-hancurnya,"
Dilanjutkan, ayat 106, "kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali," dan pada ayat 107, "(sehingga) kamu tidak melihat lagi ada tempat yang rendah, dan yang tinggi di sana."
Ayat 105 sampai 107 itu bermakna ketika hari kiamat nanti Allah menghancurkan bumi beserta isinya, termasuk gunung yang menjulang tinggi rata dengan tanah. Karena hal tersebut, umat manusia tak memiliki tempat untuk berlindung dari hari kiamat.
Selanjutnya, ayat 108 menjelaskan saat hari kiamat, manusia mengikuti panggilan-pangilan malaikat tanpa membantah, dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Mahapengasih sehingga yang terdengar hanyalah suara yang saling berbisik.
Lalu pada ayat 109 disebutkan ketika hari kiamat, tidak lagi berguna syafaat (pertolongan) kecuali dari orang-orang yang diberi izin oleh Tuhan Yang Mahapengasih, dan telah diberikan rida oleh Allah. Kemudian pada ayat 110 disebutkan, "Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedangkan ilmu mereka tak dapat meliputi ilmu-Nya.
"Ayat tersebut bermakna Allah mengetahui apa yang akan terjadi dan telah terjadi. Ilmu manusia tidak dapat sedikit pun melampaui ilmu milik Allah. Karena itu, tidak sepantasnyalah manusia menyombongkan dirinya.
Yang terakhir, ayat 111, menjelaskan, "Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman."
Sudah jelas sekali pada ayat itu dijelaskan pada hari kiamat nanti tidak ada kekuatan yang bisa mengalahkan kekuatan Allah. Hanya Allah Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri, sedangkan kita sebagai manusia biasa hanya bisa menundukkan kepala kita di hadapan Allah. Karena itu, sungguh rugi mereka yang melakukan kezaliman di dunia.