Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melatih 5.000 satuan pendidikan untuk mengedukasi orangtua dan keluarga.
Satuan pendidikan atau sekolah tersebut mencakup tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP, SMA, dan SMK. Edukasi yang dilakukan terkait dengan pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak.
Hal tersebut dikemukakan Direktur Pembinaan Keluarga Kemendikbud Sukiman pada acara Kongkow Pendidikan di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (25/5).
Sukiman mencontohkan, dalam edukasi pada penanganan tentang kekerasan seksual anak, pihaknya melibatkan kalangan psikolog anak. Selain itu, Kemendikbud juga merangkul sejumlah organisasi, antara lain Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi), Aisyiyah, PKK, Dharmawanita, dan lain lain.
"Dalam penguatan edukasi keluarga kami memprogramkan tema parenting untuk orangtua dan keluarga. Di antaranya pengasuhan positif dalam mendidik anak di era digital. Misalnya, orangtua memberikan contoh teladan dalam penggunaan internet dan media sosial secara baik dan benar," ujarnya.
Menurut dia, keluarga harus membentengi diri dalam berbagai pengaruh yang berkembang dewasa ini. Sebab itu, orangtua mesti berperan aktif tidak menyerahkan sepenuhnya pada sekolah dalam pendidikan. "Jadi amat penting keterlibatan orangtua dan keluarga dalam membangun pendidikan anaknya bersama sekolah," cetusnya.
Sementara itu, Fitriani FS, psikolog dari Lentera Insan Child Development and Education Center, dalam acara tersebut mengapresiasi langkah Kemendikbud tersebut.
"Saya senang bahwa pemerintah, dalam hal ini Direktorat Pembinaan dan Pendidikan Keluarga Kemendikbud, melaksanakan program pelatihan edukasi parenting ini," ujarnya.
Dengan begitu,kata dia, orangtua akan tercerahkan dan terlibat dalam pendidikan dan pembinaan anaknya. Pasalnya, selama ini terkesan orangtua lebih mengandalkan pendidikan anaknya kepada pihak sekolah, padahal pendidikan anak bersifat menyeluruh dan itu sangat membutuhkan keterlibatan orangtua dengan segenap wawasan dan ketrampilannya untuk mendidik dan mengasuh anaknya.
"Jika orangtua dan sekolah sudah bermitra dengan harmonis, maka anak akan aman, nyaman, dan tidak bingung, karena pendidikan di sekolah dan di rumah konsisten dan berkesinambungan. Berbagai kasus terkait dekadensi moral pun dapat dicegah dan ditangani bersama," ujar Fitriani yang juga dosen di Universitas Al Azhar Jakarta.
Totok Amin Soefijanto, Senior Advisor for Knowledge Management and Communication ACDP Indonesia mengemukakan, studi Bank Dunia menemukan bahwa pengetahuan dan kemampuan pendidikan keluarga yang lebih baik berhubungan positif dengan hasil anak.
Selain itu, hasil belajar murid dapat ditingkatkan melalui komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan orangtua dan dengan mendorong orangtua untuk berpartisipasi dalam memonitor apa yang sedang terjadi di sekolah anak mereka. (Bay/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved