Sebanyak 75 koleksi komik budayawan kondang, Arswendo Atmowiloto, disumbangkan ke Akademi Samali dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Diharapkan koleksi tersebut bermanfaat untuk penelitian perkomikan di tanah air. Dosen Fakultas Seni Rupa (FSR) IKJ dan Pendiri Akademi Samali Beng Rahadian yang menerima koleksi tersebut mengatakan selama ini kolektor komik hanya menyimpan karyanya.Namun Arswendo mempercayakan disimpan dan dirawat di Akademi Samali dan IKJ untuk pembelajaran dan penelitian.
"Karya Arswendo Atmowiloto ini kita simpan, dirawat dan keperluan penelitian,"kata Beng Rahadian saat jumpa pers pameran '28 Bikini' di gedung Seni Rupa IKJ Jakarta Pusat, Senin (22/6). Acara tersebut dihadiri Direktur Pasca Sarjana IKJ, Iwan Gunawan,Indah Tjahjawulan: Ketua Prodi Disain komunikasi Visual (DKV) FSR IKJ.
Menurut Ivan, IKJ akan jadi perguruan tinggi seni tertua di Indonesia dalam membangun kesadaran menjadi pusat penelitian dan pengembangan komik. " Komik di IKJ menjadi kekuatan baru, disamping seni murni lainnya. Akan ada galeri dan pusat riset, dari 4 lantai akan jadi pusat kajian riset dan perpustakaan,"ungkapnya.
Menurut Indah, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) IKJ menggelar pameran arsip perjalanan komik dan kartun karya para desainer grafis lulusan IKJ. Bertajuk '28 BIKINI', pameran ini digelar di Galeri Cipta III, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga Sabtu 4 Juli 2015.
Menurut Indah,Program Studi DKV IKJ sudah banyak melahirkan banyak komikus dan kartunis ternama Tanah Air. Seperti Benny Rachmadi dan Mice, Pepeng 'NAIF', Alfi, dan Reza Aze atau dikenal 'Komikazer'. Dikatakan,atmosfir Seni Rupa IKJ secara tidak langsung menyuburkan kreativitas dalam berkarya di komik dan kartun. Pameran digelar untuk merayakan 45 Tahun IKJ .