Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diyakini akan menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD PDIP Provinsi Bali I Wayan Koster.
"Kalau melihat dari fakta sejarah memang tidak bisa dipungkiri kalau 1 Juni itu merupakan hari lahirnya Pancasila. Hari sejarah itu merupakan peran besar Presiden RI yang pertama yakni Ir Soekarno," ujarnya di Denpasar, Rabu (25/5).
Menurut dia, Presiden Jokowi hanya menunggu waktu yang tepat untuk menetapkannya dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres). Berbagai ulasan sejarah dari para ahli juga sudah menunjukkan bahwa 1 Juni merupakan hari lahirnya Pancasila.
"Usulan menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa itu satu kesatuan. Presiden hanya menunggu moment yang tepat untuk menetapkannya melalui Keppres. Sementara ini presiden ada skala prioritas yang ditanganinya seperti masalah ekonomi dan masalah lainnya," kata Koster.
Anggota Komisi X DPR RI ini mengatakan kendati penetapan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa hanya melalui Keppres, namun dukungan politik dari DPR dan MPR sangat dibutuhkan.
"Cukup dengan Keppres. Tidak harus dengan ketetapan MPR. Tapi dukungan politik dari DPR dan MPR sangat diperlukan," ujar Koster.
Menurut dia, selama ini PDIP intens membangun komunikasi dengan lintas fraksi di DPR RI untuk mendorong penetapan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa.
Lebih lanjut Koster mengatakan, kendati presiden belum menerbitkan Keppres, namun ia bangga karena usulan PDIP itu kini mendapat dukungan luas masyarakat. (OL-2)
Warga memanfaatkan aliran sungai untuk budi daya ikan nila sehingga lingkungan serta ekosistem tetap terjaga dan menjadi sumber tambahan pendapatan bagi warga.
Tradisi yang telah dilakukan turun temurun tersebut sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil ternak sapi dan kambing yang baik sebagai penyangga ekonomi warga.
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pada Selasa (10/3) sekitar pukul 02.00 WIB, petugas melakukan penggerebekan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Boyolali.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Kuliner ini menggunakan singkong dan beras padi sebagai bahan utama, sehingga memberikan pilihan nasi instan yang lebih sehat dan kaya serat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved