Pemerintah Diyakini Akan Tetapkan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila

Arnoldus Dhae
25/5/2016 15:39
Pemerintah Diyakini Akan Tetapkan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila
(Istimewa)

PEMERINTAH diyakini akan menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD PDIP Provinsi Bali I Wayan Koster.

"Kalau melihat dari fakta sejarah memang tidak bisa dipungkiri kalau 1 Juni itu merupakan hari lahirnya Pancasila. Hari sejarah itu merupakan peran besar Presiden RI yang pertama yakni Ir Soekarno," ujarnya di Denpasar, Rabu (25/5).

Menurut dia, Presiden Jokowi hanya menunggu waktu yang tepat untuk menetapkannya dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres). Berbagai ulasan sejarah dari para ahli juga sudah menunjukkan bahwa 1 Juni merupakan hari lahirnya Pancasila.

"Usulan menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa itu satu kesatuan. Presiden hanya menunggu moment yang tepat untuk menetapkannya melalui Keppres. Sementara ini presiden ada skala prioritas yang ditanganinya seperti masalah ekonomi dan masalah lainnya," kata Koster.

Anggota Komisi X DPR RI ini mengatakan kendati penetapan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa hanya melalui Keppres, namun dukungan politik dari DPR dan MPR sangat dibutuhkan.

"Cukup dengan Keppres. Tidak harus dengan ketetapan MPR. Tapi dukungan politik dari DPR dan MPR sangat diperlukan," ujar Koster.

Menurut dia, selama ini PDIP intens membangun komunikasi dengan lintas fraksi di DPR RI untuk mendorong penetapan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa.

Lebih lanjut Koster mengatakan, kendati presiden belum menerbitkan Keppres, namun ia bangga karena usulan PDIP itu kini mendapat dukungan luas masyarakat. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya