Mati

Soleh Solihun
22/6/2015 00:00
Mati
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
WAKTU saya kecil, salah satu hal yang menghantui saya ialah kematian. Saya takut sekali mati dan merasa akan mati.

Saya ingat benar, saat itu masih kelas 6 SD. Saya tak yakin hidup saya akan sampai ke usia SMP.

Ada beberapa hal yang membuat saya selalu dihantui kematian. Suasana melayat rasanya tak menyenangkan.

Melihat begitu banyak orang bersedih.

Itu semua makin jelas setelah saya sering membaca majalah yang sampulnya sering menunjukkan orang disiksa di neraka atau gambar kuburan.

Buat anak kecil, itu menakutkan sekali.

Menonton film horor mah seminggu hilang seramnya.

Namun, saat membaca majalah yang banyak sekali membahas soal siksa neraka dan kematian, rasa takut saya tak hilang meskipun bertahun-tahun.

Seharusnya sih, ingat mati itu membuat orang rajin beribadah.

Ingat mati dan yakin besok mati malah membuat saya malas belajar.

Buat apa rajin belajar, toh umur juga tidak akan sampai SMP, begitu pikir saya ketika SD.

Setelah SMP, buat apa rajin belajar, toh tak akan sampai SMA usia saya. Begitu seterusnya.

Seiring dengan bertambahnya usia, saya sudah tak terlalu lagi takut mati.

Sekarang saya sudah sampai ke usia 36 tahun.

Saya pikir itu sudah bonus. Dulu saya mengira paling tua saya hanya sampai usia 18 tahun.

Yang membuat saya sedikit tenang ialah lagu Bimbo yang liriknya, 'Tentang mati, kata Nabi, jangan takut mati karena pasti terjadi. Semua orang pasti mati. Hanya soal waktu.' (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya