Ateis

Soleh Solihun
21/6/2015 00:00
Ateis
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
SALAH satu penjelasan yang paling saya ingat dari guru agama saya soal logika adanya Tuhan ialah bahwa semua yang ada di dunia ini tak mungkin terjadi dengan sendirinya, pasti ada penciptanya.

Secanggih-canggihnya mobil atau komputer, tetap saja dibikin manusia. Alam semesta dan isinya pun begitu.

Meskipun ada yang namanya teori ledakan besar alias teori Big Bang yang katanya merupakan awal mula terjadinya alam semesta, tapi tetap saja harus ada yang membuat ledakan itu terjadi.

Karena itu, saya tetap masih bingung dengan orang-orang yang tak percaya adanya Tuhan.

Kalau orang-orang yang memercayai ajaran agama yang berbeda dengan saya sih, itu tak membuat saya bingung.

Namun, soal mereka tak percaya Tuhan, saya agak susah menerimanya.

Soalnya, kalau pun semua yang terjadi di dunia ini bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, tak mungkin semua itu berjalan dengan sendirinya.

Yang namanya sistem, secanggih apa pun, pasti ada yang mengendalikan.

Yah, mungkin mereka yang tak percaya Tuhan sudah merasa sangat independen alias mandiri, tak pernah berdoa, dan tak pernah berharap pada siapa pun.

Kalau galau atau punya masalah pun, mereka santai.

Tak perlu berdoa pada yang wujudnya tak terlihat.

Hidup mereka tak perlu pegangan lagi. Mereka sudah kukuh berdiri.

Mau percaya pada Tuhan atau tidak, terserah Anda.

Toh, itu juga tak akan mengurangi kebesaran Tuhan bagi saya.

Namun, coba jawab pertanyaan ini, ketika Anda naik pesawat terbang, lalu mengalami guncangan hebat yang begitu menakutkan, pada siapa Anda berdoa?

Kalau di dalam pesawat, saya bisa menjadi sangat religius.

Lebih sering menyebut nama Tuhan jika dibandingkan dengan ketika ada di tempat lain.

Apalagi, kalau pesawatnya berguncang hebat, saya pasti lebih banyak menyebut nama Tuhan.

Nah, buat Anda yang ateis, apakah Anda pasrah saja?

Kalau saya sih, "Ya Allah, ya Allah, ya Allah."

Kalau Anda yang ateis dan takut naik pesawat terbang dan tak pasrah, berharap selamat dari guncangan pesawat, kepada siapa Anda berharap?

"Yaa... kemudian celingak-celinguk, yaa... kemudian bingung, yaa...ingin menyebut nama Tuhan, tapi gengsi. Ya sudahlah!"

Harusnya, kalau Anda konsisten tak percaya pada Tuhan, saat Anda menjadi karyawan, seharusnya Anda menolak pemberian tunjangan hari raya alias THR.

Itu kan tunjangan buat mereka yang merayakan hari raya agama mereka.

Kalau Anda tak percaya pada Tuhan, mendapat THR itu seperti melecehkan keyakinan Anda karena Anda dianggap percaya pada salah satu ajaran agama.

Jadi, sepertinya profesi yang cocok buat mereka yang tak percaya Tuhan adalah freelancer atau wiraswastawan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya