Plastik Berbayar untuk Selamatkan Lingkungan

Wibo]
23/5/2016 08:15
Plastik Berbayar untuk Selamatkan Lingkungan
(MI/Arya Manggala)

UJI coba kantong plastik berbayar di toko dan ritel sejak 21 Februari 2016 mendapat tanggapan postif dari masyarakat. Banyak konsumen toko atau ritel menghindari penggunaan kantong plastik atau membawa sendiri tas belanja sendiri.

Pemberlakuan 'diet' kantong plastik penting dilakukan karena butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah kantong plastik benar-benar terurai.

“Plastik dari kantong plastik rata-rata hanya berumur 1 jam kemudian jadi sampah. Dampaknya pada pencemaran dan kerusakan pada lingkungan, yang pada gilirannya menganggu kesehatan manusia,“ kata Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), R Sudirman, kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (20/5).

Sebelum diberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar, Direktorat Pengelolaan Sampah pada 5-14 Februari 2016 melakukan survei tentang penggunaan kantong plastik terhadap 10.044 responden. Hasil survei tersebut menyebutkan 91,6% responden bersedia membawa kantong belanja dari rumah dan 87,2% setuju dengan kebijakan kantong plastik berbayar. Selain itu, 77,4% responden menghendaki harga kantong berbayar Rp500 hingga Rp2.000 per lembarnya.

Uji coba penggunaan dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/ PSLB3-PS /2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Di dalam aturan itu, disepakati kantong plastik berbayar Rp200 per lembar. Hingga kini pelaksanaan kebijakan plastik berbayar dilakukan di 27 kota.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pun telah sepakat memberlakukan penggunaan kantong plastik berbayar seharga Rp200.

Terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut pun dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pada 23 Maret hingga 3 April 2016. Hal itu dilakukan Direktorat Pengelolaan Sampah untuk mengetahui kondisi setelah diberlakukan plastik berbayar dengan menyebar kuesioner.Hasilnya menyebutkan 91% dari 535 responden memahami maksud dan tujuan penerapan kantong plastik berbayar.

Selain itu, disebutkan bahwa 80% responden menilai harga kantong plastik berbayar Rp200 per lembar terlalu murah.Mereka berharap harga plastik berbayar dinaikkan.

Sudirman mengutarakan usulan revisi harga kantong plastik berbayar sudah disampaikan ke Ombudsman. Namun, lembaga itu menginginkan sistem interval untuk penaikan harga.

“Penerimaan dari plastik berbayar diusulkan untuk pemanfaatan di daerah melalui kerja sama dengan pemda atau kelompok daerah untuk pengelolaan lingkungan, khususnya sampah plastik,“ jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan plastik berbayar, kata Sudirman, Kementerian LHK akan memberikan penghargaan (<>reward) kepada ritel yang berhasil mengoptimalkan pengelolaan dana dari plastik berbayar. (Bow/S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya