RONA ceria terpancar dari deretan wajah anak-anak kecil yang duduk bersila rapi. Mereka antusias ikut bernyanyi dan tertawa ketika ustaz menyampaikan ceramah interaktif sembari menunggu saat berbuka puasa.
Ketika bedug magrib berbunyi, sontak mereka berlarian. Penuh tawa, mereka menuju meja-meja tempat berbagai sajian terhidang. Dengan lahap mereka menyantap siomai, satai, soto, dan beragam jenis makanan lain.
Mereka adalah anak-anak yatim yang dikumpulkan oleh Partai NasDem dari panti-panti asuhan yang tersebar di Jakarta. Bocah-bocah itu diundang secara khusus untuk berbuka puasa bersama.
Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella mengungkapkan bahwasanya tidak ada seorang pun yang mau dilahirkan sebagai anak yatim, piatu, dan harus tinggal di panti asuhan. Ada kehendak alam dan Tuhan yang membuat kondisi mereka seperti itu.
"Karena itu, sudah sepantasnya setiap orang menghadirkan kebahagian bagi mereka karena mereka layak untuk mendapatkan hal tersebut," ucapnya saat ditemui di acara yang berlangsung di Kantor DPP NasDem, Jakarta, kemarin.
Hal itu, lanjut Rio, menjadi alasan Partai NasDem mengajak lebih dari 500 anak yatim untuk berbuka puasa bersama selama tiga hari berturut-turut sejak Kamis (18/6). Harapannya, agar anak-anak tersebut turut merasakan kebahagian berbuka puasa dengan suasana kekeluargaan yang meriah dan leluasa.
"Ramadan adalah bulan penuh syukur, rahmat, dan tentu saja kebahagiaan. Sudah sepantasnya kita berbagi kebahagiaan bersama mereka."
Selain diikuti oleh anak-anak dari panti asuhan serta perkumpulan majelis taklim, acara itu juga dihadiri oleh Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh, serta para pengurus dan kader Partai NasDem.
Dalam acara bertema Ramadan tumbuhkan nilai kepatutan insaniyah dalam berbangsa itu, Partai NasDem lewat program NasDem Berbagi juga memberikan penghargaan bagi orang yang telah menjalankan profesi dengan sepenuh hati sehingga bisa memberi motivasi dan dijadikan teladan bagi orang lain.
Penghargaan itu diberikan kepada Feri Sandira yang merupakan pencetak gol terbanyak di Liga Indonesia 1995 dan 1996, Aminah Cendrakasih sebagai aktris senior yang dikenal di serial televisi Si Doel Anak Sekolahan, serta Cahyono, anggota lawak Jayakarta Group yang sempat berjaya pada tahun 70-an dan awal 90-an.
Ketiganya merupakan tokoh-tokoh yang sudah cukup lama tidak tampil di publik karena mereka sudah jauh dari ingar-bingar popularitas.
"Kami ingin membangkitkan kebahagiaan mereka kembali lewat apresiasi ini," kata Rio. Redam konflik Terkait dengan kehidupan berpolitik, pada kesempatan itu Rio mengungkapkan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat bagi partai berkonflik untuk bisa berdamai.
"Ini saatnya momentum kita untuk memberikan teladan kepada bangsa ini bagaimana cara menyelesaikan perbedaan paham, perselisihan, maupun perbedaan sikap dan pendapat," tuturnya.
Pada petang nanti yang menjadi hari terakhir dari rangkaian acara buka bersama itu Partai NasDem juga mengajak para ketua partai koalisi untuk berbuka puasa bersama. Presiden dan Wakil Presiden RI juga diundang.
"Ramadan kali ini terasa berbeda karena pada tahun ini kami berstatus sebagai partai yang pernah mengikuti pemilu. Jadi, kegiatan ini sekaligus juga sebagai ungkapan syukur kami," imbuh Rio. (Uta/H-3)