Jalur Pantura Siap Dilalui Pemudik

Jessica Sihite
20/6/2015 00:00
Jalur Pantura Siap Dilalui Pemudik
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Subang, Jawa Barat.(ANTARA/Prasetyo Utomo)
JUMLAH warga yang akan mudik menyambut Lebaran 2015 diperkirakan naik 2%, atau mencapai 20 juta orang jika dibandingkan dengan jumlah pemudik tahun lalu.

Meski kontribusi mudik gratis dan mudik bareng semakin besar, jumlah pemudik dengan moda kendaraan roda empat dipastikan meningkat setelah rampungnya ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

"Jumlah pemudik dengan mobil diperkirakan naik 5,8% dan pemudik yang naik sepeda motor naik 8%," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdar) Kementerian Perhubungan Sugihardjo di Jakarta, kemarin.

Dalam menghadapi lonjakan pemudik, khususnya di jalur lintas Pulau Jawa, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Hediyanto W Husaini mengklaim secara umum jalur pantai utara (pantura) Jawa Barat (Jabar) tahun ini lebih siap dalam menghadapi arus mudik Lebaran.

"Overall pantura tahun ini jauh lebih siap. Tahun lalu menghadapi musim hujan dua bulan sebelum Lebaran sehingga kita kelabakan, lubang begitu banyak, sehingga dibantu pihak lain untuk selesaikan perbaikan," ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dari hasil pantauan di lapangan, Hediyanto menilai secara umum jalan nasional sepanjang 290 km dari Jakarta-Cirebon sudah bagus dengan lalu lintas yang cenderung menurun seiring dengan dibukanya tol Cipali. "Jadi, sangat lancar, kecepatan rata-rata juga mencapai 70 km/jam."

Dirjen Hubdar juga menambahkan, dengan beroperasinya tol Cipali, beban kemacetan akibat pasar tumpah di sepanjang pantura bisa terkurangi hingga 40%. Hanya, Sugihardjo mengingatkan agar pemudik dengan sepeda motor tetap berhati-hati saat melintasi pasar tumpah di pantura.

"Fenomena pasar tumpah akan selalu ada. Kita akan mengimbau, khususnya pengguna sepeda motor, harus waspada," ujarnya.

Seperti halnya wilayah Jabar dan Jateng, Gubernur Jatim Soekarwo mengungkapkan kondisi jalur mudik di sejumlah daerah hampir 80% siap dilalui pemudik. "Beberapa ruas jalan dan jembatan, khususnya di jalur alternatif, sedang dikebut untuk diselesaikan perbaikannya," ujarnya di Surabaya, kemarin.

Angkutan Lebaran
Dalam mengantisipasi lonjakan pemudik tahun ini, Kemenhub akan mengusulkan pelaksanaan angkutan Lebaran dari 2 Juli hingga 27 Juli, atau H-15 hingga H+9 Lebaran. Pelaksanaan itu diperpanjang dari tahun lalu yang hanya 15 hari menjadi 26 hari. "Pertimbangannya karena liburan anak sekolah sudah terjadi sebelum puasa," lanjut Sugihardjo.

Kemenhub menyatakan akan meningkatkan jumlah angkutan Lebaran mengingat prediksi pemudik yang naik. Jumlah angkutan bus akan naik 4,3% menjadi 44.871 armada. Angkutan penyeberangan, yakni kapal ro-ro, ditambah 7,4% menjadi 187 unit. Angkutan laut akan ditambah 15 kapal menjadi 1.264 unit pada tahun ini. Angkutan udara ditambah 20 pesawat menjadi 450 unit.

Sugihardjo pun mengatakan pihaknya akan melarang angkutan barang melintasi Lampung, Pulau Jawa, dan Bali pada H-5 hingga H+3 Lebaran atau pada 12 Juli-21 Juli. "Itu agar tidak menghambat arus angkutan Lebaran," imbuhnya. (Tes/Mus/JI/FL/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya