Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI otomotif berharap pada pemerintah agar berperan menjaga iklim ekonomi Indonesia yang kondusif sehingga negeri ini bisa menjadi salah satu tempat favorit untuk berinvestasi bagi pengusaha dan merek-merek global industri otomotif.
"Kami berharap Indonesia bisa menjadi tempat berinvestasi brandbrand global untuk membangun industri otomotif. Artinya, bukan hanya tempat untuk menjual produkproduk mereka," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra kepada <>Media Indonesia di Jakarta, Selasa (17/5).
Pemerintah, menurut Amelia, juga harus dapat membedakan dan memberikan fasilitas lebih kepada kalangan investor yang membangun industrinya di Indonesia agar mereka mendapatkan manfaat yang lebih ketimbang mereka yang hanya menjual produk-produk impor.
"Dengan membangun industri, secara otomatis para investor telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Indonesia. Ketika dibangun sebuah industri otomotif, selanjutnya akan terbuka ribuan lapangan kerja baru," tutur Amelia. Ia menerangkan untuk memproduksi kendaraan misalnya, sebuah merek tak bisa bekerja sendiri.
Banyak industri pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah kendaraan siap digunakan, antara lain, produsen lampu, kabel-kabel, radiator, fi lter, jok, aki, ban, dan kaca. "Belum lagi jika membahas industri aksesorinya. Itu sangat memberikan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia," tutur Amelia.
ADM, lanjut Amelia, saat ini sedang fokus membuat produk-produk kendaraan yang mudah diterima masyarakat Indonesia. Salah satunya mobil murah serta ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) Daihatsu Ayla/Toyota Agya yang dirancang Mark Yoshua Wijaya.
"Kami menargetkan sebagai basis produksi LCGC, menjadikan LCGC tidak hanya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, tapi juga diekspor ke mancanegara sehingga mampu memberikan masukan devisa bagi Indonesia. Karena itu, kami butuh iklim investasi yang kondusif, agar industri otomotif kembali bangkit," tutup Amelia.
Bangkit
Secara terpisah, Global Automotive Sector Leader of Ipsos, Markus Sherer, mengutarakan industri otomotif nasional bakal bangkit dalam lima tahun ke depan.
"Proyeksi GDP yang mencapai US$1,3 triliun pada 2020 dan makin banyaknya penduduk urban akan mengendalikan pertumbuhan industri yang lebih seimbang dan menyediakan kesempatan-kesempatan baru," ungkapnya di Jakarta, baru-baru ini.
Menurutnya, Indonesia yang kini terus meningkatkan produksi kendaraan, perkembangan kebijakan, dan perbaikan infrastruktur bakal lebih memacu konsumsi dan volume ekspor sekaligus. Bahkan dirinya memprediksi Indonesia secara perlahan akan menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif utama di ASEAN. Tercatat pada kendaraan penumpang Indonesia akan bertumbuh sekitar 6,8% sampai 2020, sepeda motor 4,8%, truk 3,5%, dan bus 1,9%.
"Untuk segmen PV, LCGC akan mengalami pertumbuhan tercepat, yakni 8,1% sampai 2020, truk jenis gasoline light duty truck (GLDT) bakal tumbuh tercepat 4,6%, dan bus jenis medium duty bus (MDB) pun tumbuh tercepat 3,2% sampai 2020," tutup Sherer.(Cdx/Ire/S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved