Hikmah

MI
19/6/2015 00:00
Hikmah
(MI/Atet)
SEGALA sesuatu itu ada hikmahnya. Begitu kata orang bijak. Everything happens for a reason, kalau kata orang bijak yang berbahasa Inggris. Hikmah biasanya berarti sesuatu positif dan akhirnya yang bisa menyenangkan hati kita.

Namun, yang namanya hikmah, sering kali tidak terjadi dalam waktu dekat. Kita biasanya baru bilang sesuatu itu hikmah setelah melewati penderitaan. Contohnya, waktu saya putus dari pacar pertama, saya menderita sekali. Meskipun Shaden bilang, 'Dunia belum berakhir, bila kau putuskan aku,' tetap saja waktu itu rasanya dunia mau berakhir. Tak ada lagi hal indah di dunia ini.

Mau menangis tetapi gengsi. Masak laki-laki menangis? Rasa sedih yang paling utama disebabkan perasaan tak bisa mendapatkan perempuan seperti dia lagi. Tak ada lagi yang cocok di dunia ini buat saya. Dia merupakan yang terbaik yang bisa saya dapatkan.

Dan segala macam perasaan cengeng yang kalau diingat sekarang jadinya pun memalukan. Hikmahnya baru saya dapat tiga tahun kemudian. Cukup lama, kan? Setelah dapat pacar baru dan ternyata lebih cantik dan cocok sehingga akhirnya jadi istri saya, barulah saya sadar bahwa ini dia hikmahnya. Allah SWT membuat saya diputuskan oleh mantan supaya saya bisa bertemu dengan istri saya.

Makanya, seperti saya bilang tadi, hikmah itu baru terasa jadi hikmah setelah kita melewati penderitaan. Benar lah apa yang dikatakan dengan 'di balik kesulitan ada kemudahan'. Nah, buat Anda yang sekarang sedang mengalami kesulitan, sabar saja. Pasti bakal ada kemudahan di kemudian hari. Entah kapan, tapi ya tunggu saja. Buat Anda yang belum menemukan jodoh, dan masih menderita secara psikologis, merasa kesepian, padahal sudah berusaha, tenang saja, pasti akan ada hikmah dari semua itu.

Ya, mungkin hikmahnya, Anda jadi lebih berhemat. Kan pacaran selain butuh komitmen juga butuh dana atau kalau Anda belum punya pasangan, meski sudah berusaha, mungkin Anda belum terlalu menderita. Ingat, tak punya pasangan bukan berarti Anda tidak rupawan. Tidak ada hubungan antara status hubungan dan wajah seseorang.

Coba deh, buat diri Anda menderita dulu, supaya Anda bisa merasakan hikmahnya. Ya, misalnya tinggallah di kolong jembatan, jadi manusia gerobak, mengemis di lampu merah, atau segala macam hal lainnya yang bisa Anda lakukan yang kira-kira bisa membuat Anda menderita dan kesulitan.

Sekali lagi, untuk dapat hikmah itu butuh waktu. Kalau datangnya cepat mah, bukan hikmah namanya, melainkan hadiah. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya